Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kunjungan Wisatawan di Hutan Pinus Mangunan Bantul Membludak

Hutan pinus di kawasan Bantul, Yogyakarta, sempat sepi selama pandemi kini kembali membuat masyarakat setempat kewalahan menyambut wisatawan yang membludak pada momen lebaran tahun ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  17:37 WIB
Ribuan wisatawan kembali ramai mengunjungi kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan Dlingo yang berada di daerah perbukitan Bantul pada momen lebaran tahun ini. Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia melihat ribuan wisatawan begitu antusias menikmati liburan mereka di destinasi wisata tersebut, Kamis (5/5/2022). Bisnis - Nyoman Ary Wahyudi
Ribuan wisatawan kembali ramai mengunjungi kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan Dlingo yang berada di daerah perbukitan Bantul pada momen lebaran tahun ini. Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia melihat ribuan wisatawan begitu antusias menikmati liburan mereka di destinasi wisata tersebut, Kamis (5/5/2022). Bisnis - Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, SLEMAN — Kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan Dlingo yang berada di daerah perbukitan Bantul kembali ramai dikunjungi wisatawan domestik selepas Hari Raya Idul Fitri pekan ini. Hutan pinus yang sempat sepi selama pandemi belakangan kembali membuat masyarakat setempat kewalahan menyambut wisatawan yang membludak pada momen lebaran tahun ini.

Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia sampai di salah satu ikon pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta itu pada pukul 15.30 WIB setelah meliput arus wisata yang juga padat di Pantai Parangtritis. Arus kendaraan menuju kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan Dlingo relatif lancar dari arah selatan. Kendati demikian, ratusan kendaraan pribadi sudah lebih dahulu parkir di lahan parkir yang relatif terbatas di pinggir hutan pinus.

“Tahun kemarin sempat tutup selama pandemi Covid-19, alhamdullilah tahun ini sudah mulai banyak lagi pengunjung hampir mendekati jumlah kunjungan 2019,” kata Ketua Koperasi Notowono, Mangunan, Kapanewon Dlingo, Purwo Harsono kepada Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia, Kamis (5/5/2022).

Berdasarkan catatan Koperasi Notowono tingkat kunjungan wisatawan di Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan masih relatif rendah secara keseluruhan saat momen lebaran tahun ini jika dibandingkan dengan torehan 2019. Kendati demikian, tren kunjungan wisatawan sudah mulai membaik jika dibandingkan dengan masa pandemi dua tahun terakhir.

Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah tempat wisata di sekitar kawasan Kapanewon Dlingo itu mencatat tingkat kunjungan wisatawan mencapai 28.309 orang selama 1 hingga 5 Mei 2022. Torehan itu lebih rendah 70 persen dari pencatatan kunjungan selama lebaran 2019 di angka 94.795 orang pada periode 5 sampai 9 Juni 2019.

“Sekarang ini kunjugan ke hutan pinus lebih ramai dari tahun tahun sebelumnya kebetulan waktu pandemi sempat ditutup juga,” kata Rahma Sunita (24), mahasiswi asal Sumatera yang kuliah di STMIK El Rahma Yogyakarta saat ditemui Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia.

Rahma yang tahun ini tidak mudik ke kampung halaman memilih untuk menghabiskan masa libur panjang dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata di DIY. Hanya saja, Rahma menuturkan, dirinya lebih suka berwisata di kawasan perbukitan seperti Hutan Pinus Mangunan Dlingo dan Becici yang relatif murah dan sejuk.

Dia mengaku hanya menyiapkan anggaran wisata ke daerah perbukitan itu sebesar Rp100.000. Menurut dia, bujet itu relatif lebih terjangkau ketimbang titik wisata lainnya di kawasan pantai selatan DIY yang cenderung dipatok mahal.

“Kalau bujet ke daerah pinus lebih murah dibandingkan pantai, ke pantai arah Gunung Kidul juga tidak ada jaringan internet kalau di sini masih ada dan harga tiket lebih murah dari pada ke pantai,” tuturnya.

Sementara itu, ratusan wisatawan masih terlihat memasuki pintu kedatangan Hutan Pinus Mangunan Dlingo hingga sore tadi. Mereka yang sudah lebih dahulu sampai terlihat sibuk mencari sudut pandang foto yang menarik dari rimbunan pohon pinus yang tinggi menjulang. Pohon-pohon putih kemerahan itu seperti anyaman rindang dengan batang yang kokoh menopang terpaan angin lemah dari pesisir.

Di sisi yang lain, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner ikut ketibang untung berkat melonjaknya kunjungan ke kawasan wisata yang terletak dekat dengan Situs Makam Raja-Raja Imogiri tersebut. Setiap gerai UMKM terlihat ramai dikunjungi wisatawan yang makan dan minum sebelum dan sesuah menikmati labirin pohon pinus yang tidak kalah ramai di seberang mereka.

“Tingkat kunjungan wisatawan di kawasan wisata yang ada di Bantul memang sudah mulai pulih lagi jika dibandingkan dengan masa pandemi lalu termasuk juga di Hutan Pinus Mangunan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo kepada Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia.

Heru mengatakan tingkat kunjungan itu bakal bertambah seiring dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat pada awal tahun ini. Hal itu, kata dia, terlihat dari minat masyarakat yang besar untuk berwisata ke sejumlah destinasi yang ada di Kabupaten Bantul.

Menurut dia, tingkat kunjungan yang sudah mulai pulih itu bakal berdampak positif pada pelaku usaha pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata. Dia yakin belanja masyarakat bakal mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun ini.

“Saya yakin belanja untuk kuliner akan naik signifikan karena sudah dua tahun tidak mudik mereka akan membelanjakan uangnya dengan jumlah cukup besar, sekalipun kondisi sulit tapi saat ini ada kesempatan,” kata dia.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Bisnis Indonesia Jelajah Lebaran 2022 dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hingga Rabu (4/5/2022). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa-Bali dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (Pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata yogyakarta
Editor : Dwi Nicken Tari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top