Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dilarang di Mesir, Ini Komposisi Indomie Paling Populer di Indonesia

Otoritas Mesir telah melarang beberapa varian Indomie karena dianggap berbahaya. Sementara itu, ada beberapa varian paling popular di Indonesia.
Pandu Gumilar & Iim Fathimah
Pandu Gumilar & Iim Fathimah - Bisnis.com 30 April 2022  |  12:15 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Mesir telah melarang beberapa varian Indomie karena dianggap berbahaya. Sementara itu, ada beberapa varian paling popular di Indonesia.

Varian Indomie paling popular di Indonesia adalah Mi Goreng, Mi Rasa Soto dan Mi Kari. Ketiga varian itu memiliki komposisi yang berbeda dikarenan penggunaan bumbu yang khas.

Misalnya, komposisi pada Indomie Goreng adalah tepung terigu, minyak nabati, tepung tapioka, garam, penstabil, pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan (TBHQ).

Adapun bumbu yang digunakan adalah Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), bubuk bawang putih, bubuk bawang bombay, perisa identik alami ayam (mengandung penguat rasa dinatrium inosinat dan guanilat), bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat). Minyak nabati dan bawang merah serta kecap manis mengandung sulfit, air.

Lalu, Indomie Soto menggunakan komposisi tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap, pengatur keasaman, mineral (zat besi) , pewarna (tartrazine Cl19140), antioksidan (TBHQ). Bumbu yang dipakai adalah garam, gula, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), bubuk bawang putih, bubuk lada, perisa sapi, bubuk susu, vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam folat, Pantotenat), dan bubuk cabe. Serta ditambah dengan minyak sayur dan bumbu soto.

Terakhir, Indomie rasa kari memakai tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap (nabati dan natrium tripolifosfat), pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan (TBHQ).

Serta ditambah dengan garam, gula, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), ekstrak kari, bubuk bawang putih, perisa ayam, bubuk lada, rempah-rempah, vitamin (A,B1, B6, B12, niasin, asam folat, pantotenat) dan bubuk cabe. Terakhir adalah minyak sayur, bumbu kari, dan bawang goreng.

Di sisi lain, Otoritas Keamanan Pangan Mesir telah menginstruksikan Indomie Egypt (Indomie Mesir) untuk menarik sebagian produknya dari pasar Mesir dalam waktu 48 jam.

Pasalnya, otoritas di Mesir menyebutkan produk-Indomie di negara tersebut tidak aman untuk konsumsi masyarakat. Ada beberapa jenis produk mi instan dari Grup Salim ini yang dinilai tidak aman dikonsumsi.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada Selasa (26/4/2022) waktu setempat, Otoritas Keamanan Pangan Mesir menyebutkan produk mi instan dengan varian rasa ayam dan sayuran, dan juga mi intan dengan sambal kemasan di dalamnya, tidak layak untuk konsumsi.

Ahram Online sebagaimana dikutip Arabnews, Sabtu (30/4/2022), menyebutkan tes keamanan pangan memperlihatkan sambal kemasan dalam Indomie dan varian rasa ayam dan sayuran mengandung residu yang berbahaya.

“Cabai dalam kemasan dan varian rasa ayam dan sayuran mengandung aflatoxin dan residu pestisida yang kuantitasnya melampaui batas aman,” tulis laporan pemberitaan tersebut.

Selain ketiga jenis tersebut, sebagian besar mi instan merek Indomie terdeteksi aman untuk konsumsi masyarakat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mesir mie instan indomie
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top