Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran Nanti Penderita Jantung Boleh Makan Daging Kambing Lho, Asal...

Penderita jantung, diabetes, dan hipertensi tetap bisa mengonsumsi daging kambing asalkan kondisi penyakitnya sudah diobati dan terkontrol dengan baik.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 April 2022  |  14:18 WIB
Kambing guling - Istimewa
Kambing guling - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perayaan Idulfitri identik dengan sajian kuliner yang beragam sebagai santapan bersama sanak keluarga serta handai tolan.

Salah satu sajian yang kerap muncul dalam perayaan Lebaran di tengah keluarga adalah menu berbahan dasar daging kambing.

Namun, panganan ini mengandung kolesterol yang bisa berdampak buruk jika dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan bahwa penderita jantung tetap bisa mengonsumsi daging kambing jika penyakitnya sudah diobati dan terkontrol dengan baik.

"Sebenarnya bolehkah pasien penyakit jantung makan daging [sate] kambing? Kalau penyakit jantungnya sudah diobati, misalnya dipasang ring atau operasi bypass, dan kejadiannya lebih dari 4 bulan, jawabannya boleh. Apalagi jika sudah bisa olahraga teratur dan terkontrol," cuitnya melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, Senin (25/4/2022).

Namun, Zubairi memberikan catatan lain terkait penyakit jantung yang dikategorikan sudah terkontrol.

Menurutnya, penyakit jantung bisa dikatakan sudah terkontrol jika penderitanya mampu naik tangga sampai lantai tiga sebuah gedung. Selain itu, dia juga bisa berolah raga jalan cepat dan naik sepeda sejauh 3 kilometer.

"Itu satu ukuran bahwa jantung sudah terkontrol baik," kata Zubairi.

Lebih lanjut, penderita diabetes dan hipertensi juga bisa mengonsumsi panganan berbahan dasar daging kambing asalkan hemoglobin A1c-nya terkontrol dengan baik yaitu kurang dari 6,5.

"Untuk hipertensi juga sama. Asal terkontrol. Misalnya tekanan darahnya 135/85. Ya boleh saja makan sate kambing," kata Zubairi dalam cuitan lainnya.

Agar kesehatan terus terjaga saat mengonsumsi berbagai pananganan berkolesterol, Zubairi mengimbau kepada para penderita jantung, diabetes, dan hipertensi untuk selalu menyertakan sayur dan buah dalam setiap menu makannya.

"Plus disiplin olahraga tiap hari. Baru dipersilakan makan sate kambing," katanya.

Manfaat Daging Kambing 

Daging kambing kerap dianggap awam sebagai panganan yang mengandung koleseterol tinggi. Namun, faktanya daging kambing juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

Zubairi mengatakan bahwa kandungan kolesterol, lemak dan kalori daging kambing terbilang lebih rendah jika dibandingkan sapi dan ayam. 

Menurutnya, kandungan kolesterol dalam 100 gram daging kambing tercatat cuma 57 miligram. Sementara itu, kadar kolesterol dalam 100 gram daging sapi dan ayam masing-masing mencapai 89 miligram dan 83 miligram.

Bahkan, kata Zubairi, daging kambing bisa membantu mencegah penyakit kanker dan anemia.

"Ada CLA [Conjugated Linoleic Acid] atau asam lemak pencegah kanker dalam daging kambing. Lalu dalam 100 gram dagingnya, ada sekitar 3,5-4 miligram zat besi yang bermanfaat untuk cegah anemia,' cuitnya kemudian.

Atas fakta-fakta tersebut, Kasatgas Covid dari IDI ini juga mengaku mengonsumsi daging kambing meskipun dirinya menderita jantung, diabetes, dan hipertensi.

"Bagaimana testimoni saya sebagai pasien jantung, diabetes dan hipertensi, setelah makan sate kambing? Rasanya sangat enak, dan saya tetap sehat. Alhamdulillah."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner diabetes hipertensi jantung lebaran kambing
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top