Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Menyedihkan Pulau Penikese, yang Kini Jadi Suaka Alam

Pulau ini terkenal sebagai tempat Rumah Sakit Kusta Pulau Penikese yang didirikan pada tahun 1905 oleh negara bagian Massachusetts untuk merawat,dan mengisolasi pasien kusta. Hingga rumah sakit tersebut ditutup pada tahun 1921, kemudian membuatnya dijuluki 'pulau jahat' oleh masyarakat.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  17:37 WIB
Pulau Penikese
Pulau Penikese

Bisnis.com, JAKARTA — Pulau Penikese pernah digunakan untuk tujuan yang menyedihkan dan mengerikan, tetapi sekarang menjadi cagar alam, yang dipenuhi dengan jalur bersejarah.

Pulau Penikese adalah lembaga pendidikan suaka margasatwa seluas 75 hektar dan tujuan rekreasi di lepas pantai Massachusetts di Buzzards Bay. Ini adalah bagian dari sembilan pulau kecil yang membentuk Kepulauan Elizabeth di kota Gosnold.

Pulau ini terkenal sebagai tempat Rumah Sakit Kusta Pulau Penikese yang didirikan pada tahun 1905 oleh negara bagian Massachusetts untuk merawat,dan mengisolasi pasien kusta. Hingga rumah sakit tersebut ditutup pada tahun 1921, kemudian membuatnya dijuluki 'pulau jahat' oleh masyarakat.

Sejarah Pulau Penikese pertama yang tercatat adalah pada tahun 1602 M ketika penjelajah dan pengacara Inggris Bartholomew Gosnold (1571-1607) dan timnya mengunjungi pulau itu. Pulau itu dibeli dan dijual beberapa kali sebelum pedagang tembakau John Anderson membelinya pada tahun 1867 dan menggunakannya untuk berlibur.

Pada tahun 1873 Anderson memberikan pulau itu ditambah US$50.000 kepada Louis Agassiz (1807-1873) seorang ilmuwan alam Swiss-Amerika, ahli zoologi, dan profesor Harvard. Untuk menghormati Anderson, Agassiz membuka Anderson School of Natural History pada tahun 1873 untuk mempelajari alam di sekitar pulau. Setelah kematian Agassiz, putranya Alexander menjalankan sekolah sampai 1875 ketika ditutup setelah kebakaran.

Pada tahun 1904 Pulau Penikese dibeli oleh negara bagian Massachusetts seharga US$25.000 untuk digunakan sebagai rumah sakit kusta dan fasilitas karantina.

Negara bagian mempekerjakan Dr. Frank Parker pada tahun 1907 untuk menjalankan rumah sakit tersebut sampai tahun 1921 ketika ditutup dan para penderita kusta dipindahkan ke rumah sakit federal di Carville Louisiana. Dari tahun 1973 hingga 2011 pulau tersebut memiliki sekolah Sekolah Pulau Penikese untuk mereformasi anak laki-laki bermasalah yang saat ini merupakan lembaga pembelajaran murni.

Terlepas dari masa lalunya yang terkenal, Pulau Penikese hari ini adalah tujuan rekreasi yang patut dijelajahi. Di bawah ini adalah beberapa kegiatan rekreasi yang dapat dilakukan wisatawan ke pulau Penik selama di sana:

1. Mengamati burung

Buzzards Bay menyediakan habitat yang subur dan akuatik untuk lebih dari 150 spesies burung, termasuk spesies yang bermigrasi. Perbukitan berumput di pulau Penikese, semak belukar, dan pantai berbatu menyediakan habitat yang ideal bagi burung untuk bersarang.

2. Kegiatan Rekreasi Akuatik

Perairan biru murni Buzzard Bay menyediakan habitat bagi katak dan salamander yang ditemukan di kolam musim semi. Eelgrass yang subur menyediakan habitat bagi ikan dan kerang. Wisatawan dapat melihat habitat dan reptil ini di perairan Teluk Buzzard. Wisatawan juga dapat melakukan snorkeling, memancing kerang, berperahu, dan mendayung di perairan Atlantik di Pulau Penikese.

3. Jelajahi Jalur Pulau Penikese

Ada jalan setapak berumput dan kasar yang memungkinkan wisatawan untuk memiliki pemandangan 360 derajat dari Buzzards Bay yang indah. Jalur tanpa tanda ini dimulai dari pantai, dermaga kapal, dan melewati gedung sekolah tua yang tidak dapat diakses oleh umum

4. Perjalanan yang Mengerikan Melalui Reruntuhan

Di sisi utara Pulau Penikese terdapat jalan setapak menuju pemakaman yang menghadap ke pintu masuk Teluk Buzzards tempat para penderita kusta dikuburkan. Pemakaman tersebut memiliki nisan dan kebangsaan penderita kusta yang dimakamkan di sana adalah Amerika, Barbados, Yunani, Cina, Tanjung Verde, Jepang, Portugal, Rusia, Latvia, dan Israel.

5. Program edukasi

Sekolah Pulau Penikese mempromosikan pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika (STEAM) dan program di luar kelas yang membantu siswa dari segala usia belajar dari habitat pulau yang beragam. Mantra di sini adalah mempelajari alam bukan buku, yang membuat pengalaman belajar menjadi menarik dan bermakna.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata pulau
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top