Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Hotel Tertua yang Bersejarah di Indonesia

Berikut 10 hotel bersejarah yang ada di Indonesia yang memiliki atmosfer menarik untuk menginap
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  13:36 WIB
Hotel Indonesia Kempinski - booked.net
Hotel Indonesia Kempinski - booked.net

Bisnis.com, JAKARTA — Berkeliling Indonesia adalah kesempatan untuk melakukan perjalanan sejarah, termasuk ketika Anda menginap di beberapa hotel yang berdiri kokoh dengan setumpuk cerita lama yang menarik untuk pengalaman perjalanan yang lebih baik.

Yogyakarta, Bandung, Jakarta, atau Surabaya adalah beberapa kota di mana Anda dapat menemukan hotel bersejarah termegah dan terbesar di Indonesia. Anda dapat kembali ke masa lalu saat Anda menghabiskan satu atau dua hari sambil meremajakan diri dengan layanan dan fasilitas hotel yang tak tertandingi.

Berikut 10 hotel bersejarah yang ada di Indonesia yang memiliki atmosfer menarik untuk menginap, dilansir dari tiket.com:

1. Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Hotel di Yogyakarta ini menawarkan setumpuk cerita sejarah di baliknya. Yang menarik dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta adalah tanah tempat hotel ini didirikan dari sejarah bangunan itu sendiri. Lokasi hotel ini berada di dalam kawasan Pesanggrahan Ambarrukmo yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono V. Pembangunan hotel ini diprakarsai oleh Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Hotel berbintang 5 ini resmi berdiri pada tahun 1966 dan memiliki mural pahatan batu karya Harijadi pada tahun 1962 yang menggambarkan kehidupan masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kemudian keramik mozaik dinding di hotel ini juga dibuat oleh seniman Indonesia Batara Lubis pada tahun 1976.

2. Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Bangunan hotel yang dibangun sebagai akibat dari perang dengan Jepang ini dulunya bernama Hotel Indonesia. Kini, namanya berubah menjadi Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Hotel bintang 5 pertama di Jakarta ini resmi berdiri pada tahun 1962 saat Asian Games IV berlangsung.

Hotel ini pernah digunakan sebagai tempat menginap para pejabat tinggi yang mendampingi para atlet dari berbagai negara Asia, Pembangunan hotel yang sering disingkat “HI” ini juga merupakan salah satu ide dari presiden pertama Indonesia, Soekarno.

3. Grand Inna Malioboro Yogyakarta

Dioperasikan pada tahun 1911, Grand Inna Malioboro merupakan salah satu hotel yang menyimpan cerita menarik di baliknya. Sebelumnya, hotel ini bernama Grand Hotel De Djokdja sebagai tempat menginap para tamu penting pada masa penjajahan Belanda.

Hotel ini telah menyaksikan banyak cerita sejarah mulai dari penjajahan Belanda hingga Jepang di Indonesia. Menurut catatan, hotel ini telah berganti nama hingga enam kali dan dikenal sebagai Hotel Asahi pada masa pendudukan Jepang.

4. Hotel Savoy Homann Bandung

Hotel ini menjadi saksi sejarah Paris Van Java. Menghadap ke Jalan Asia Afrika yang terkenal, Hotel Savoy Homann telah ada sejak tahun 1937 yang dibangun dengan gaya art deco oleh arsitek A. F. Albers dari Belanda.

Ada 3 kamar khusus di hotel ini. Ternyata, ketiga ruangan ini pernah ditempati oleh tokoh-tokoh sejarah Konferensi Asia Afrika 1955. Di lantai 1, nama Homann Suite adalah Jawaharlal Nehru, mantan Perdana Menteri India. The Homann Suite di lantai 2 adalah Soekarno, sedangkan di ruang lantai tiga adalah Cho En Lai, mantan Perdana Menteri Cina.

5. Hotel Majapahit Surabaya

Hampir tidak mungkin membicarakan hotel bersejarah tanpa menyebut Hotel Majapahit Surabaya. Sejak didirikan pada tahun 1910 hingga sekarang, gedung ini masih berdiri tegak sebagai hotel, meski telah beberapa kali berganti pemerintahan.

Hotel yang dibangun oleh Lucas Martin Sarkies dari Armenia ini dulunya bernama Oranje Hotel. Karena Perang Dunia II dan penjajahan Jepang, Oranje Hotel diambil alih dan diubah namanya menjadi Yamato Hoteru. Ada juga kamar bersejarah di hotel ini, yang dikenal sebagai kamar Charlie Chaplin, yang pernah benar-benar ia datangi pada tahun 1936.

6. The Hermitage, Hotel Portofolio Penghargaan, Jakarta

The Hermitage, sebuah Tribute Portfolio Hotel yang dirancang dengan indah dalam arsitektur bangunan khas kolonial. Dulu bangunan ini bukan hotel, melainkan pusat telekomunikasi pemerintah Hindia Belanda. Desain bangunan hotel ini sangat terawat dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern.

7. Inna Bali Heritage Hotel

Inna Bali Heritage Hotel atau yang sebelumnya dikenal dengan Bali Hotel pernah menjadi hotel termewah di tahun 1930-an. Hotel ini terletak di Jalan Veteran Kota Denpasar dan didirikan pada masa penjajahan Belanda pada tanggal 22 Agustus 1927.

Hotel ini merupakan hotel pertama di Pulau Dewata, dimana banyak wisatawan yang menginap di sini saat itu. Selama dekade itu, lebih dari seratus turis asing datang ke Bali dengan kapal Koninklijke Paketvaart Maatschappij yang berlabuh di Buleleng.

8. Grand Hotel Preanger Bandung

Ke Bandung, Anda juga bisa menginap di Grand Hotel Preanger yang letaknya tidak jauh dari Hotel Savoy Homman. Sekitar tahun 1897, hotel ini sebenarnya adalah sebuah toko roti.

Meski kuno, konsep desain Eropa yang megah tetap terlihat memukau, menjadikannya salah satu kawasan vintage favorit di Bandung. Anda juga dapat merasakan pengalaman naik mobil antik tahun 1962 untuk berkeliling kota. Saat ini, Grand Hotel Preanger merupakan akomodasi bintang 5 yang memiliki fasilitas lengkap.

9. Hotel Tjampuhan Spa Bali

Ada juga hotel bersejarah lain yang terletak di Bali, Hotel Tjampuhan Spa. Menjadi salah satu hotel tertua dan termewah, hotel ini awalnya merupakan wisma yang digunakan oleh keluarga kerajaan di Ubud. Kemudian, sekitar tahun 1970-an, hotel ini mulai dibuka untuk umum sehingga semua orang bisa menginap di sini.

10.  Grand Inna Medan

Tidak hanya di Pulau Jawa saja Anda bisa menemukan hotel bersejarah karena di Sumatera tepatnya Medan juga ada Grand Inna Medan yang berdiri tegak dengan nilai sejarah yang kuat. Hotel ini sudah ada sejak tahun 1898 dan dibangun oleh Aeint Herman de Boer, seorang pengusaha Belanda.

Sebelum diberi nama Grand Inna Medan, hotel ini awalnya bernama Hotel Mijn de Boer. Pada awal pembangunannya, area hotel ini kecil, namun terus dikembangkan karena pada saat itu menjadi salah satu akomodasi bagi tamu penting Eropa, seperti Raja Léopold II dari Belgia.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel tertua di dunia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top