Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unik, Kota Ini Cuma Punya 1 Orang Penduduk

Monowi sendiri didirikan pada tahun 1902 sebagai kota pertanian, peternakan, dan kereta api. Populasinya mencapai puncaknya pada 123 orang pada tahun 1930-an, lengkap dengan semua ornamen desa seperti lift gandum, sekolah, kantor pos, gereja, bahkan penjara.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 November 2021  |  19:11 WIB
Unik, Kota Ini Cuma Punya 1 Orang Penduduk
Kota Monowi di Nebraska
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Kota Monowi di Boyd County, Nebraska, Amerika Serikat adalah kota yang jauh dari mana saja. Kota ini dikelilingi oleh jalan tanah yang berkelok-kelok. Berjarak empat mil dari perbatasan Dakota Selatan, kota ini hanya ditempati oleh satu orang yaitu Elsie Eiler.

Monowi sendiri didirikan pada tahun 1902 sebagai kota pertanian, peternakan, dan kereta api. Populasinya mencapai puncaknya pada 123 orang pada tahun 1930-an, lengkap dengan semua ornamen desa seperti lift gandum, sekolah, kantor pos, gereja, bahkan penjara.

Sayangnya, modernisasi pertanian dan penutupan rel kereta api pada tahun 1978 membuat Monowi mengalami masa krisis. Keadaan ini memaksa penduduk pindah ke tempat lain untuk mencari pekerjaan.

Menyisakan dua orang, Elsie Eiler dan suaminya Rudy. Selepas Rudy meninggal 2004 lalu, Elsie memutuskan untuk tetap tinggal di sini hingga kini umurnya menginjak 87 tahun.

Menjadi satu-satunya orang di kota ini, Elsie menjalani hari yang penuh kesibukan dengan menjadi Walikota Monowi. Dia mengajukam pajak dan mengumpulkannya sendiri. Dia mengajukan permohonan izin minuman keras dan menandatanganinya sendiri. Ia bahkan pemilik, juru masak, sekaligus bartender dari kedai Monowi Tavern.

Kedai tersebut adalah satu-satunya bisnis di Monowi, dia dan Rudy membelinya dari pasangan yang lebih tua sejak Juni 1971. Eiler bekerja mulai Selasa hingga Minggu, dari jam 9 pagi hingga kapan pun pelanggan terakhirnya pulang.

Sebagian besar pelanggannya berasal dari kota-kota tetangga, pekerja konstruksi, para pelancong dari berbagai belahan dunia, petugas pemadam kebakaran dan polisi yang mampir setiap minggu untuk memeriksanya. Dari perayaan Thanksgiving hingga awal April, penduduk setempat berkumpul di kedai untuk memainkan permainan kartu euchre pada Minggu malam.

Makanan dan minuman kedai tidak berubah selama beberapa dekade, begitu pula dengan harganya. Eiler menyajikan berbagai makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau. Menunya antara lain hamburger, hot dog, bola keju, minuman soda, dan rokok.

Tinggal sendiri bukan berarti dia merasa kesepian. Dia menjalani hari dengan senang meskipun setiap hari hanya mengunjungi tiga tempat yaitu rumahnya, kedai, dan perpustakaan Rudy.

Selama pandemi, Eiler melewati hari-harinya tidak jauh berbeda dengan biasanya. Dia pergi bekerja dari matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam. Di sudut dunianya yang tenang, ia menemukan ketenangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unik traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top