Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sensasi Berselancar Caballitos de Totora di Peru

Sejarah dari Caballitos de Totora adalah muncul dari budaya Chim dan Moche sekitar 3.000 tahun yang lalu. Hal ini diketahui karena ditemukan keramik yang menunjukkan adegan memancing menggunakan navigasi ini.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 November 2021  |  21:17 WIB
Caballitos de Totora
Caballitos de Totora

Bisnis.com, JAKARTA— Bagian dari budaya yang merupakan salah satu tradisi tertua di Peru adalah Caballitos de Totora. Merupakan perahu yang dibuat oleh penduduk setempat dari batang buluh totora, Caballitos de Totora akan rusak ketika terlalu basah.

Batang buluh totora sendiri adalah tanaman khas daerah Peru yang sering digunakan oleh petani sebagai pengikat serat pada tanaman tomat dan anggur. Selain itu juga biasa digunakan untuk atap bangunan, jalinan, pakan ternak.

Sejarah dari Caballitos de Totora adalah muncul dari budaya Chim dan Moche sekitar 3.000 tahun yang lalu. Hal ini diketahui karena ditemukan keramik yang menunjukkan adegan memancing menggunakan navigasi ini.

Karena ukurannya, perahu ini dapat mengangkut hingga 200 kg kargo dan mengangkut satu orang, sehingga nenek moyang suku Inca memiliki kapasitas yang cukup untuk mendapatkan ikan dan memberi makan keluarga mereka.

Berukuran antara 4,5 dan 5 meter, lebar 1 m, dan beratnya mencapai 50 kg. Dengan kata lain, kamu harus bugar untuk bisa pergi berselancar dengan Caballito de Totora.

Adapun waktu pembuatan oleh tangan ahli adalah sekitar 30 menit. Pertama, bagian-bagian papan dibuat secara individual dan kemudian digabungkan. Harus dikumpulkan dengan kekuatan besar, karena perahu ini harus bertahan menghadapi gelombang laut.

Bagian utama perahu disebut "anak laki-laki" dan "ibu". Nama-nama ini adalah perumpamaan, karena potongan ibu di atas memberikan perasaan perlindungan kepada anak laki-laki dan mendukung mereka.

Umur dari perahu ini adalah hanya sekitar 1 bulan, Alasannya adalah bahwa potongan buluh totora menyerap lebih banyak air dan menjadi lebih basah hingga rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Caballitos de Totora memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan merupakan warisan budaya Peru. Perahu ini adalah simbol prestise, sehingga banyak restoran di daerah itu menempatkannya di pintu masuk mereka untuk dekorasi.

Sampai hari ini, perahu itu masih digunakan untuk memancing di pantai utara Peru. Terutama di pantai Huanchaco, salah satu dari lima pantai terbaik di negara ini. Cocok untuk berselancar di ombak.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata selancar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top