Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perayaan Hari Jomblo “Singles’ Day” Menjadi Pelopor Pesta Diskon 11.11

Dilatarbelakangi dari Hari Anti-Valentine yang didedikasikan untuk para lajang, miliarder e-commerce China, Jack Ma, kemudian mempelopori adanya Single’s Day ke ruang online.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 11 November 2021  |  12:24 WIB
Pesta diskon - themall.co.uk
Pesta diskon - themall.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - 11 November selalu dipenuhi dengan pesta diskon di beberapa negara.

Harga barang-barang dijual banting harga, terutama di China. Hari ini, diperingati sebagai singles day. Lantas apa artinya?

Dilatarbelakangi dari Hari Anti-Valentine yang didedikasikan untuk para lajang, miliarder e-commerce China, Jack Ma, kemudian mempelopori adanya Single’s Day ke ruang online.

Pada 11 November ini, para lajang akan memuaskan diri sendiri dengan bebas membeli apa saja sebagai bukti kemandirian.

Awalnya Singe’s Day hanya diadakan di sebuah festival acara budaya suatu universitas pinggiran di China pada tahun 1990-an. Semakin populer, akhirnya perayaan ini tidak hanya dirayakan oleh para lajang tapi juga seluruh dunia dengan adanya pembelian konsumtif besar-besaran.

Maka dari itu banyak sekali toko yang memberikan berbagai diskon kepada pelanggannya. Bahkan penjualan di hari Single’s Day mengalahkan penjualan gabungan dari Black Friday dan Cyber Monday.

Dari beras hingga rumah, barang hingga jasa, semua orang dapat berbelanja hampir semua hal dan apa saja di obral Single’s Day. Selain berbelanja, juga terdapat perayaan acara budaya untuk diselenggarakan.

Beberapa platform e-commerce menyelenggarakan pertunjukan langsung yang memukau, yang telah menampilkan bintang pop termasuk Taylor Swift dan Pharrell Williams di tahun-tahun sebelumnya. Acara tersebut disiarkan di TV satelit Jnternasional dan platform streaming online yang menarik miliaran pemirsa.

Dengan diskon besar-besaran dan promosi selebriti seperti itu lah akhirnya Singles' Day tidak hanya untuk konsumen China lagi. Lazada, platform e-commerce yang berafiliasi dengan Alibaba, telah membawa Singles’ Day ke Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Bahkan dengan latar belakang COVID-19 dan perang dagang yang sedang berlangsung, skala pasar yang besar dan permintaan yang kuat untuk produk-produk berkualitas tinggi di China membuat perusahaan-perusahaan Australia tahun lalu menghasilkan lebih dari $1 miliar dalam penjualan.

Sementara acara utamanya adalah etalase belanja 24 jam pada 11 November, dalam beberapa tahun terakhir pra-penjualan Singles' Day telah dimulai pada 1 Oktober, bertepatan dengan Hari Nasional China dan periode liburan Golden Week.

Teknologi baru juga telah mengubah cara membujuk pembeli, semisal lewat promo oleh influencer selebritas dalam acara streaming langsung.

Alibaba memicu sensasi belanja dengan metrik penjualan yang terus berdetak secara langsung di papan skor di situs web mereka dan di acara gala langsung mereka.

Pada 20 Oktober, Li Jiaqi – "Raja Lipstik" China yang memiliki hampir 55 juta penggemar di Douyin, (TikTok versi China) menjual barang senilai lebih dari 10 miliar yuan ($2 miliar) dalam 12 jam di Tmall.

Menurut media lokal, 200 juta pemirsa menonton siaran langsung pra-penjualan Tmall's Singles' Day.

Pembeli berbondong-bondong ke ruang obrolan streaming langsung Mr Li untuk mendapatkan diskon khusus dan hadiah acak gratis untuk produk perawatan kulit mewah.

Dari beras hingga rumah, dan barang hingga jasa, orang dapat berbelanja hampir semua hal dan apa saja di obral Singles Day.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diskon promo
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top