Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taman Bomarzo, “Taman Monster” Sebagai Ekspresi Kesedihan

Taman Bomarzo dibuat pada abad ke-16 tepatnya pada tahun 1552 oleh Pier Francesco Orsini. Ia membuat taman ini sebagai ekspresi kesedihan. Orsini merasa terguncang dengan perang brutal yang ia alami,
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 10 November 2021  |  18:34 WIB
Taman Bomarzo
Taman Bomarzo

Bisnis.com, JAKARTA— Taman merupakan salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi karena bisa “menyembuhkan” perasaan jenuh yang ada. Wisata outdoor yang menyatu dengan alam ini membuat siapapun yang datang merasa tenang dan damai.

Selain indah karena pemandangannya, ada juga taman unik yang mengusung konsep seram. Taman ini adalah Taman Bomarzo. Taman yang memiliki nama lain Sacro Bosco atau juga dikenal sebagai “Taman Monster” ini berada di kompleks monumental Mannerist yang terletak di Bomarzo, provinsi Viterbo, Lazio, Italia.

Taman Bomarzo dibuat pada abad ke-16 tepatnya pada tahun 1552 oleh Pier Francesco Orsini. Ia membuat taman ini sebagai ekspresi kesedihan. Orsini merasa terguncang dengan perang brutal yang ia alami, bahkan temannya sendiri terbunuh. Ia akhirnya ditahan untuk tebusan selama bertahun-tahun, dan ketika pulang ia harus menerima kenyataan pahit bahwa istri tercintanya juga meninggal.

Diliputi kesedihan, Orsini membuat "Villa of Wonders" yang mengejutkan dan menyewa arsitek Pirro Ligorio untuk membantunya melakukannya. Ligorio adalah seorang arsitek dan seniman yang dihormati. Ia sebelumnya telah menyelesaikan Katedral Santo Petrus di Roma, serta Villa d'Este di Tivoli.

Taman ini dipenuhi dengan patung-patung aneh dan menarik, meliputi gajah perang, kepala ikan yang mengerikan, raksasa yang merobek raksasa lain menjadi dua, dan sebuah rumah yang dibangun di atas kemiringan. Patung yang dianggap paling menakutkan di taman ini adalah figure kepala besar, mulut terbuka lebar seperti sedang berteriak.

Dibangun selama Renaisans Italia, tata letak taman memiliki sedikit kemiripan dengan simetri taman Renaisans lainnya, dan seni dibuat dengan gaya "Mannerist" yang kasar, semacam versi Surealisme abad ke-16.

Bahkan Salvador Dali pernah mengunjungi taman ini dan menyukainya. Dali sangat terinspirasi sehingga sampai membuat film pendek di sana. Patung-patung itu juga mengilhami lukisannya pada tahun 1946 dengan judul “The Temptation of Saint Anthony”.

Meskipun taman telah dirancang sedemikian rupa sehingga membuat orang takut dan kaget, tempat itu menjadi sangat terkenal sehingga setelah kematian Orsini, dibuka untuk umum.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata taman
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top