Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TWA Gunung Papandayan Penuhi Prokes, Objek Wisata di Garut Mulai Sertifikasi CHSE

Kemenparekraf menganjurkan semua objek wisata alam maupun yang lainnya harus sudah bersertifikasi CHSE sebagai bukti telah memenuhi standar tempat wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  23:55 WIB
Pendaki melintas di Hutan Mati Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (15/4). - Antara/Adeng Bustomi
Pendaki melintas di Hutan Mati Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (15/4). - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah objek wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memulai proses tahapan uji kelayakan untuk mendapatkan sertifikasi cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) sebagai jaminan kenyamanan bagi wisatawan di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan menyatakan objek wisata alam maupun destinasi wisata desa mulai melakukan proses tahapan untuk mendapatkan sertifikasi CHSE yang dianjurkan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.

"Semua desa wisata dan destinasi [proses CHSE],” ujarnya dilansir dari Antara, Minggu (3/10/2021).

Dia menjelaskan bahwa Kemenparekraf menganjurkan semua objek wisata alam maupun yang lainnya harus sudah bersertifikasi CHSE sebagai bukti telah memenuhi standar tempat wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

Di Kabupaten Garut, lanjut dia, upaya sertifikasi CHSE bagi objek wisata alam masih dalam proses penilaian oleh tim dari Kemenparekraf salah satunya objek wisata Cangkuang di Kecamatan Leles.

Selain harus bersertifikasi CHSE, objek wisata maupun hotel di Kabupaten Garut harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

”Sekarang tidak hanya dengan CHSE tapi juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Daminius Ginting mengatakan tim Kemenparekraf sudah melakukan pemeriksaan untuk menguji kelayakan objek wisata mendapatkan sertifikat CHSE.

Hasil penilaian tim di lapangan yang dilakukan secara teliti, kata Ginting, cukup bagus pengelolaannya dan sudah memenuhi standar penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan wabah Covid-19.

"Dari Kementerian Pariwisata bahwa TWA Papandayan ini layak untuk dikunjungi oleh wisatawan, alhamdulillah kemarin memuaskan dari segi protokol kesehatan, jadi kami sudah siap," jelasnya.

Dia mengungkapkan proses pemeriksaan oleh tim Kemenparekraf dalam proses pemberian sertifikasi CHSE itu dilakukan mulai dari gerbang utama, kemudian seluruh spot, termasuk fasilitas lain seperti tempat cuci tangan, semuanya diperiksa secara detail.

Berdasarkan keterangan dari tim Kemenparekraf, TWA Gunung Papandayan bisa menjadi percontohan bagi destinasi wisata alam di daerah lain.

"Mereka bilang semoga Papandayan menjadi contoh, tempatnya aman di tengah pandemi, jadi kami benar-benar menerapkan prokes," katanya.

Dia menambahkan protokol kesehatan yang selalu diperhatikan pengelola yaitu wajib memakai masker, menjaga jarak, dan pengunjung yang mau menginap atau berkemah wajib menunjukkan bukti sudah divaksin Covid-19.

"Di sini mereka yang mau berkemah diwajibkan sudah divaksin, kalau enggak disuruh pulang," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jawa barat garut papandayan Covid-19 Pedulilindungi

Sumber : Antara

Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top