Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Basuki : Venue Dayung PON Papua Layak untuk Destinasi Wisata Baru

Arena olahraga Dayung di PON Papua merupakan venue terbaik dan terindah di Indonesia dengan latar belakang perbukitan Abepura. Venue Dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  20:38 WIB
Menteri Basuki : Venue Dayung PON Papua Layak untuk Destinasi Wisata Baru
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang juga selalu Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) meninjau atlet Dayung yang tengah bertanding pada PON XX Tahun 2021 di Provinsi Papua, Jumat (1/10/2021). 
 
Basuki juga berkesempatan menyerahkan piala kepada para kontingen yang berhasil meraih Juara I, II, dan III pada final Cabor Dayung di PON XX Papua. 
 
Pihaknya menyampaikan selamat kepada para atlet yang telah menjadi juara pada pertandingan olahraga Dayung di PON Papua. 
 
"Harapan saya dengan adanya fasilitas ini adalah agar olahraga Dayung di Indonesia, khususnya di Papua, dapat lebih meningkat ke depan dan mampu bersaing di ajang internasional. Selamat kepada Pemda Papua dan selamat kepada seluruh atlet yang ikut pertandingan PON ini.Tetap semangat dan raih prestasi yang lebih tinggi lagi," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (1/10/2021). 
 
Menurut Basuki, arena olahraga Dayung di PON Papua merupakan venue terbaik dan terindah di Indonesia dengan latar belakang perbukitan Abepura.
 
Venue Dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa. Pembangunan venue Dayung juga menjaga kualitas dari segi kekuatan, kerapihan, kenyamanan dan keselamatannya, sehingga dapat digunakan untuk pertandingan berskala internasional.  
 
"Venue Dayung yang digunakan untuk Asian Games 2018 di Jakabaring dibangun dengan embung buatan, tetapi di Papua ini berada di teluk alami, sehingga venue ini bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat Jayapura, termasuk bisa digunakan untuk pertandingan skala internasional," tuturnya
 
Para atlet PODSI yang bertanding di PON Papua bisa menjadi contoh dalam menjunjung tinggi solidaritas bangsa, dimana berasal dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Kalimantan. 
 
"Pesertanya banyak juga dari Non Pelatnas, artinya  program regenerasi dan pembinaan PB PODSI berjalan. Saya lihat tadi yang Non Pelatnas juga ada yang juara," tuturnya
 
Pada kesempatan tersebut, Basuki juga meninjau setiap sarana dan prasarana venue Dayung yang dibangun Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Papua, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya serta mengecek lintasan Dayung dengan mengendarai kapal. 
 
Pihaknya berpesan kepada BPPW Papua untuk melengkapi venue Dayung dengan tempat sampah dan kursi-kursi taman agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi. 
 
"Pesan saya jaga kebersihan, tadi saya lihat masih banyak putung rokok. Jadi saya minta ke balai untuk lengkapi dengan tempat sampah dan kursi-kursi agar dapat menjadi destinasi wisata selain Jembatan Youtefa," tuturnya. 
 
Pembangunan venue Dayung untuk PON Papua mulai dilaksanakan sejak Februari 2020 dan telah selesai sejak Agustus 2021. Pelaksana pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan anggaran APBN. 
 
Pembangunan Venue Dayung diawali dengan pekerjaan pengaman pantai berupa reklamasi seluas 19.771 meter persegi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Ditjen Sumber Daya Air. Selanjutnya di area reklamasi dibangun oleh BPPW Papua berupa gudang perahu seluas 1.867 meter persegi dan menara finish 62,38 meter persegi
 
Venue ini memiliki lintasan sepanjang 2.200 meter dan lebar 81 meter (9 lintasan) dengan total luas lintasan 1,7 hektar. Selain itu juga dilengkapi 8 unit penanda jarak, 8 unit pancang penahan, 2 unit obstacle canoe slalom, menara start seluas 14 meter persegi, 2 unit menara pelurus seluas 9 meter persegi, dan menara pantau sebanyak 5 unit seluas 9 meter persegi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dayung PON 2020 basuki hadimuljono
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top