Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah Suntik Vaksin Sinopharm ? Anda Bisa Berkunjung ke 71 Negara Berikut Ini

Beberapa universitas, termasuk Harvard, Colombia, Yale University, dan beberapa universitas lainnya, telah mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan siswa yang telah divaksinasi dengan Sinopharm untuk melanjutkan studi mereka di sana.
Ayyubi Kholid Saifullah
Ayyubi Kholid Saifullah - Bisnis.com 23 September 2021  |  16:41 WIB
Kandidat vaksin Covid/19 Sinopharm
Kandidat vaksin Covid/19 Sinopharm

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat vaksinisasi yang meningkat setiap hari nya membuat sebagian besar negara di seluruh dunia telah membuka perbatasan dan mengizinkan wisatawan yang telah sepenuhnya divaksinisasi terhadap COVID-19

Namun, setiap negara memiliki ketentuannya sendiri untuk menjadikan jenis vaksin mana yang mereka terima sebagai syarat perjalanan bagi para wisatawan.

Sinopharm menjadi salah satu vaksin yang dapat dijadikan syarat untuk berpergian.

Spanyol adalah salah satu negara Uni Eropa pertama yang memutuskan untuk menerima Sinopharm sebagai bukti kekebalan yang sah. Sementara negara-negara lain hanya mengizinkan masuknya mereka yang diimunisasi dengan vaksin yang disetujui EMA, otoritas negara tersebut saat itu menyatakan bahwa semua vaksin yang diizinkan untuk dipasarkan oleh EMA atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan diterima.

Sedangkan untuk Amerika Serikat, hingga saat ini, negara tersebut telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna, dan Johnson and Johnson untuk digunakan. Meskipun demikian, karena AS telah ditutup untuk pelancong internasional, masih belum jelas apakah negara itu akan mengizinkan masuknya mereka yang telah diimunisasi dengan vaksin lain pada awal November, ketika larangan masuk di 33 negara dunia, termasuk di sini Inggris, Irlandia dan negara-negara Area Schengen, akan berakhir

Terkait hal ini, beberapa universitas, termasuk Harvard, Colombia, Yale University, dan beberapa universitas lainnya, telah mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan siswa yang telah divaksinasi dengan Sinopharm untuk melanjutkan studi mereka di sana.

Selain itu, Inggris belum menyetujui penggunaan vaksin Sinopharm. Ini berarti bahwa semua orang yang telah diimunisasi dengan jenis vaksin ini dikenakan pembatasan saat memasuki wilayah Inggris. Saat ini, Inggris hanya mengakui vaksin yang telah disetujui EMA.

Vaksin Sinopharm dikembangkan oleh perusahaan milik negara China dan mendapat persetujuan darurat oleh WHO pada Mei lalu. Vaksin ini awalnya digunakan di China dan kemudian didistribusikan ke berbagai negara lain, terutama mereka yang ekonominya lebih lemah.

Direkomendasikan bahwa untuk perlindungan maksimal terhadap penyakit COVID-19, setiap orang yang berusia di atas 18 tahun mengambil dua dosis vaksin yang diperlukan.

Dilansir dari visaguide.world kamis (23/09/2021) terdapat 71 negara yang memberikan akses kepada wisatawan yang telah divaksinasi dengan vaksin Sinopharm :

AngolaGuyanaPakistan
ArgentinaHungaryPalestinian Territory
AustriaIcelandParaguay
BahrainIndonesiaPeru
BangladeshIranPhilippines
BelarusIraqSenegal
BelizeJordanSerbia
BoliviaKyrgyzstanSeychelles
BrazilLaosSierra Leone
Brunei DarussalamLebanonSolomon Islands
CambodiaMacauSomalia
CameroonMacedoniaSpain
Cape VerdeMalaysiaSri Lanka
ChadMaldivesSweden
ChinaMauritaniaSwitzerland
ComorosMauritiusThailand
CyprusMongoliaTrinidad And Tobago
EgyptMontenegroTunisia
Equatorial GuineaMoroccoUnited Arab Emirates
FinlandMozambiqueUzbekistan
GabonNamibiaVenezuela
GambiaNepalVietnam
GeorgiaNetherlandsZimbabwe
GreeceNiger

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Vaksin Sinopharm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top