Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Negara yang Mulai Buka Akses Masuk WNA dan Putuskan Berkompromi dengan Covid

Terlepas dari ancaman yang ditimbulkan oleh varian Delta, pemerintah pada hari Rabu (14/9) mengumumkan langkah untuk membuka kembali negara itu untuk pariwisata internasional mulai 1 Oktober, tepat pada waktunya untuk musim panas negara belahan bumi selatan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 16 September 2021  |  15:54 WIB
5 Negara yang Mulai Buka Akses Masuk WNA dan Putuskan Berkompromi dengan Covid
Patung Merlion, Singapura
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara telah memutuskan sudah waktunya untuk membuka diri dan memilih hidup berdampingan dengan Covid, setelah lebih dari 18 bulan terkurung dalam pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang telah memberikan dampak buruk di segala lini kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga ekonomi. Tidak mengherankan jika beberapa negara pada akhirnya memutuskan untuk kembali membuka negaranya.
 
Berikut adalah lima negara, dua diantaranya berada di Asia Tenggara, yang memutuskan untuk membuka diri dan mengadopsi model ‘hidup bersama Covid’, beserta strategi baru yang dilakukan, melansir CNN Travel, Kamis (16/9/2021).
 
1. Singapura

Negara yang juga dijuluki Negeri Singa ini mencoba hidup dengan Covid, namun varian Delta sepertinya tidak dapat membantu negara tersebut. Pada bulan Juni, pemerintah Singapura mengumumkan rencana mereka untuk berusaha mengendalikan wabah dengan vaksin dan memantau rawat inap daripada membatasi kehidupan warganya.
 
Pihak berwenang mulai melonggarkan beberapa pembatasan pada bulan Agustus, memungkinkan orang yang divaksinasi penuh untuk makan di restoran dan berkumpul dalam kelompok sebanyak lima orang, dari yang sebelumnya dua orang.
 
Tetapi lonjakan kasus yang disebabkan oleh varian Delta membuat pemerintah Singapura terpaksa menghentikan pembukaan kembali negaranya. Pekan lalu, pemerintah setempat memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kembali menerapkan pembatasan Covid-19 jika wabah baru tidak terkendali.
 
Terlepas dari tindakan tersebut, pihak berwenang mengatakan, sejauh ini jumlah orang yang jatuh sakit parah tetap rendah berkat vaksinasi. Singapura memiliki salah satu tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia, dengan 81 persen populasi telah divaksinasi sepenuhnya.
 
2. Thailand

Pengambilan vaksin Thailand berjalan lambat, namun negara ini tetap membuka kembali Bangkok dan tujuan populer lainnya untuk pelancong asing bulan depan.
 
Berdasarkan program yang dibuat oleh pemerintah setempat, pelancong yang sudah divaksinasi sepenuhnya dan berkomitmen pada syarat-syarat yang dibuat akan diizinkan memasuki ibu kota Hua Hin, Pattaya dan Chiang Mai.
 
Pada tanggal 15 Juli, negara tersebut meluncurkan program serupa, yang mereka terapkan di Phuket, di pulau Koh Samui, Koh Pha Ngan dan Koh Tao, yang dijuluki ‘Samui Plus’.
 
Sementara itu, populasi yang telah divaksinasi sepenuhnya terhadap Covid-19 per 13 September  masih di bawah 18 persen, masih tertinggal dari beberapa negara tetangga lainnya, menurut Our World in Data.
 
3. Denmark

Pada 10 September, pemerintah Denmark mencabut semua pembatasan virus corona yang tersisa di negara itu dengan mengatakan Covid-19 bukan lagi “penyakit yang merupakan ancaman kritis bagi masyarakat”.
 
Sekarang, masyarakat Denmark dapat memasuki klub malam dan restoran tanpa menunjukkan ‘paspor Covid’,  menggunakan transportasi umum tanpa mengenakan penutup wajah dan bertemu dalam jumlah besar tanpa batasan.
 
Kunci keberhasilan Denmark sebagian terletak pada peluncuran vaksinasinya: per 13 September, lebih dari 74 persen populasi Denmark telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19, menurut Our World in Data.
 
“Vaksin dan semua upaya besar warga Denmark dalam jangka waktu yang lama adalah dasar bagi kami untuk melakukannya dengan baik,” kata Menteri Kesehatan Magnus Heunicke mentweet pada Rabu (15/9).
 
“Meskipun kita berada di tempat yang baik sekarang, kita tidak keluar dari epidemi. Dan pemerintah tidak akan ragu untuk bertindak cepat jika pandemi kembali mengancam fungsi penting dalam masyarakat kita,” katanya.
 
4. Afrika Selatan

Tingkat infeksi yang menurun membuat Afrika Selatan memutuskan untuk mulai melonggarkan beberapa pembatasan. Selain itu, jam malam nasional telah dipersingkat menjadi pukul  11 malam hingga pukul 4 pagi, jumlah pertemuan yang diizinkan telah meningkat menjadi 250 orang di dalam ruangan dan 500 di luar ruangan, dan pembatasan penjualan alkohol semakin dikurangi.
 
Meski demikian, Presiden Cyril Ramaphosa pada hari Minggu (12/9) memperingatkan bahwa gelombang infeksi ketiga yang menghancurkan yang didorong oleh varian Delta yang lebih menular belum berakhir, tetapi menambahkan bahwa negara itu sekarang memiliki dosis vaksin yang cukup untuk mencakup seluruh populasi orang dewasa, dengan lebih dari seperempat orang dewasa menerima setidaknya satu dosis.
 
Dia mendorong semua orang untuk divaksinasi dan mematuhi pembatasan yang tersisa untuk memungkinkan negara kembali normal.
 
5. Chili

Chili menjadi salah satu negara yang dipuji karena kampanye vaksinasinya yang lancar dan sukses. Menurut laporan terbaru kementerian kesehatan, hampir 87 persen warga Chili yang memenuhi syarat telah divaksinasi lengkap.
 
Negara ini sudah mulai mendistribusikan suntikan booster kepada mereka yang divaksinasi lengkap. Otoritas kesehatan pada hari Kamis (9/9) menyetujui penggunaan vaksin China Sinovac untuk anak-anak berusia enam tahun ke atas; inokulasi dimulai pada hari Senin.
 
Terlepas dari ancaman yang ditimbulkan oleh varian Delta, pemerintah pada hari Rabu (14/9) mengumumkan langkah untuk membuka kembali negara itu untuk pariwisata internasional mulai 1 Oktober, tepat pada waktunya untuk musim panas negara belahan bumi selatan.
 
Pelancong asing sudah dapat memasuki negara tersebut dengan syarat mereka harus memenuhi persyaratan  tertentu dan diisolasi selama lima hari pada saat kedatangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

travel Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top