Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjelajah Osuarium Sedlec, Gereja Tengkorak di Ceko

Tumpukan tengkorak itu dibuat menjadi lampu gantung dan lengkungan. Tulang paha dan tulang panjang lainnya dari ribuan kerangka dibentuk menjadi simbol agama dan monarki.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 27 Agustus 2021  |  17:50 WIB
 Sedlec Ossuary
Sedlec Ossuary

Bisnis.com, JAKARTA— Sedlec Ossuary menjadi tempat yang tidak biasa untuk dikunjungi. Gereja katedral tersebut seolah menonjolkan kengerian dan nuansa kematian yang kuat.

Terletak di jantung Bohemia, kota Kutna Hora, Ceko itu jadi tempat ibadah yang unik dan aneh dengan konsep tersebut.

Di luar bangunan tampak selayaknya gereja berasitektur gotik khas era renaisans yang indah. Namun saat, masuk kedalamnya akan di buat takjub dengan sambutan selamat datang oleh lebih dari 40.000 kerangka manusia.

Kemunculan Sedlec Ossuary berawal dari Raja Bohemia menugaskan Kepala Biara Sedlec, seorang biarawan Cistercian, untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem pada tahun 1278.

Dilansir dari travelawaits, Jumat (27/8/2021) ketika biarawan itu kembali, dia membawa sebotol tanah dari tanah suci bersamanya. Tanah itu berasal dari lokasi yang dikenal sebagai Golgota, tempat di mana Yesus Kristus disalibkan. Kemudian tanah tersebut disebarkan di sekitar pemakaman yang menarik penduduk setempat dan sekitarnya untuk dikuburkan di lokasi yang sudah ditaburi tanah suci.

Di abad ke-15 gereja itu dibangun dengan kapel atas dan kapel bawah yang dirancang sebagai osuarium untuk kuburan massal. Namun jumlah jasad yang ingin dikuburkan semakin banyak sehingga tidak bisa menampung lagi.

Akhirnya tulang-tulang itu ditumpuk hingga ke dalam gereja dan dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan selama berabad-abad.

Akhirnya, pada tahun 1870 seorang pengrajin pemahat kayu lokal bernama Frantisek Rint ditunjuk untuk menata tulang-tulang agar lebih layak. Sehingga gereja tersebut akan memenangkan hati dan pikiran saat upacara penghormatan keagamaan.

Tumpukan tengkorak itu dibuat menjadi lampu gantung dan lengkungan. Tulang paha dan tulang panjang lainnya dari ribuan kerangka dibentuk menjadi simbol agama dan monarki.

Lampu gantung itu memanfaatkan hampir setiap tulang di tubuh manusia.

Rantai tulang juga menutupi langit-langit dan di antara pilar-pilar di seluruh kapel.

Rint menandatangani karyanya itu dengan nama dan tahun dia menyelesaikan pekerjaannya.

Uniknya, misa yang diadakan di dalam kapel tulang menyajikan suasana damai dan tenang daripada gelap atau mengerikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gereja republik ceko
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top