Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daging Kurban yang Baru Diolah Bisa Sebabkan Masalah Pencernaan

Daging harus dimasak dengan lemaknya sendiri dan tidak boleh ada lemak tambahan saat dimasak.
Anissa Putri
Anissa Putri - Bisnis.com 21 Juli 2021  |  17:15 WIB
Ilustrasi daging kurban - Freepik.com
Ilustrasi daging kurban - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ketika menyambut hari raya Iduladha, berbagai hidangan daging seketika datang ke pikiran kita. Banyak orang mengkonsumsi hidangan yang berbahan dasar daging yang didapatkan setelah menyembelih hewan kurban. 

Merve Tuna, pakar Ahli Gizi di DoktorTakvimi.com, mengingatkan bahwa mengonsumsi daging segar dari daging kurban dapat menyebabkan masalah seperti gangguan pencernaan, kembung, sembelit atau diare. 

Saat hari raya, jumlah dan frekuensi konsumsi daging merah meningkat. Meski demikian, Merve Tuna mengingatkan agar penderita obesitas, tekanan darah tinggi, kardiovaskular, lambung, dan diabetes harus memperhatikan pola makannya selama liburan.

Prinsip-prinsip dasar makan sehat, pemilihan makanan, kontrol porsi dan pembagian kelompok makanan yang seimbang harus diperhatikan selama Iduladha.

"Konsumsi daging tidak boleh berlebihan dan konsumsi kelompok susu, roti, sayur dan buah selain daging pada siang hari tidak boleh diabaikan. Konsumsi daging per hari tidak boleh melebihi 100-150 gram, meskipun bervariasi sesuai dengan karakteristik seperti usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Akan lebih sehat untuk mengkonsumsi banyak sayuran dengan daging,” ucap Merve Tuna, yang dilansir dari raillynews.com, Rabu (21/07/2021).

Banyak orang menyiapkan hidangan yang berbeda dengan daging kurban itu segera setelah penyembelihan. Namun, daging kurban sebaiknya dikonsumsi dengan cara menunggu setidaknya 12-24 jam setelah penyembelihan. 

“Untuk itu, penderita penyakit pencernaan tidak boleh langsung mengonsumsi daging kurban. Setelah menyimpan daging di lemari es selama beberapa hari, sebaiknya dikonsumsi dengan cara direbus atau dipanggang, dan hindari menggoreng,” ungkap Merve Tuna.

Mengolah daging kurban dengan cara digoreng pada suhu yang sangat tinggi untuk waktu yang lama dapat menyebabkan pembentukan berbagai zat karsinogenik. Jika daging diolah dengan cara dibakar, jarak antara daging dan api harus diatur agar tidak gosong dan tidak menimbulkan gosong. 

Makanan yang dibuat dengan daging harus dimasak dengan lemaknya sendiri dan tidak ada lemak tambahan yang harus ditambahkan, terutama lemak yang berasal dari mentega tidak boleh digunakan dalam hidangan daging. Penderita kolesterol dan orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular sebaiknya menghindari konsumsi jeroan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi sapi iduladha
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top