Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Bunga Edelweis Disebut Bunga Abadi dan Tidak Boleh Dipetik

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Juni 2021  |  16:24 WIB
Ini Alasan Bunga Edelweis Disebut Bunga Abadi dan Tidak Boleh Dipetik
Tanaman edelweis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss) atau Bunga Senduro, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara.

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus, sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Lantas mengapa bunga dan daun edelweis tak pernah layu, sehingga diberi gelar “bunga abadi” ? 

Dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan hidup, Bunga Edelweis hidup ditempat yang kering, sehingga kadar air dalam tumbuhan ini pun rendah, jadi meskipun kekurangan air atau tidak ada suplay air (bila dipetik) tidak terlalu banyak penurunan kadar air sehingga seolah-olah tidak apa perubahan (tidak layu).

Mereka hanya tumbuh di puncak-puncak gunung yang tinggi (diatas 2.400 m dpl). 

Bunga yang satu ini juga berstatus sebagai "tumbuhan langka”, karena habitat yang sangat terbatas (endemik) dan pupulasinya cenderung menurun (banyak mengalami gangguan), tidak heran mereka semakin sulit ditemukan. Di tempat tumbuh yang ekstrim jenis-jenis hayati sangat rentan dan populasinya cenderung menurun. Sobat, tugas kita saat ini adalah merubah status ”langka” menjadi ”umum”, atau kalau bisa ganti status menjadi ”melimpah”.

Status langka ini tidak jarang dibantu dengan pengrusakan habitat dan pengambilan bunga oleh para pendaki gunung, sehingga harus ”dilindungi”. Mulai tanggal 29 Juni 2018, edelweis jawa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018  tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Di tatar Pasundan, edelweis tumbuh rukun dengan dua saudara semarganya yaitu sembung gunung (A. longifolia dan A. Maxima) yang termasuk kepada keluarga aster-asteran (Asteraceae). A. javanica mempunyai tampilan yang paling indah diantara saudara-saudaranya, sehinga pantas mendapat gelar “ratunya bunga edelweiss”

Bila kawan-kawan, sempat mendaki ke Gunung Gede atau Pangrango, saksikan sendiri keindahan padang edelweiss di alun-alun Mandalawangi Gn. Pangrango, sekitar kawah Gn. Gede dan Alun-alun Suryakencana. Alun-alun Suryakancana Gn. Gede malah pernah termasuk salah satu padang  edelweis terindah di Indonesia. Saat booming, sekitar bulan Juli-Agustus, sejauh mata memandang  hanya hamparan bunga edelweis yang putih kekuning-kuningan, menghampar pada areal datar seluas ± 50 ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bunga spesies langka pegunungan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top