Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Perhotelan, Pariwisata, Kuliner dan Fesyen Syariah Potensial di Indonesia

Berdasarkan laporan Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020 dari Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Revinitiv dari 135 negara, Indonesia masuk dalam 5 besar negara berdasarkan nilai aset dengan transaksi 3 miliar dolar AS, di bawah Arab Saudi (17 miliar dolar AS), Iran (14 miliar dolar AS), Malaysia (10 miliar dolar AS).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  19:11 WIB
Hotel syariah - Ilustrasi/rajakamar.com
Hotel syariah - Ilustrasi/rajakamar.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam industri keuangan syariah global, menyusul meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan syariah di Tanah Air.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid mengatakan industri keuangan syariah Indonesia berkembang pesat, yang mana pada 2019 berada di urutan keempat, sekarang (2021) transaksi syariah menduduki urutan kedua setelah Malaysia.

Dia mengatakan sektor ekonomi syariah yang berpotensi dikembangkan di Indonesia, selain sektor ekonomi seperti perbankan syariah, lembaga keuangan nonbank, pasar modal, dan rumah sakit Islam, juga industri perhotelan, pariwisata, kuliner halal, dan fesyen.

Menurutnya Indonesia juga memiliki potensi dari sisi industri halal sebesar Rp6,546 triliun. Adapun potensi bisnis industri halal sebesar yang mencapai Rp5,645 triliun.

“Saya yakin Indonesia menjadi kekuatan baru dalam industri syariah yang bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya dikutip dari Antara.

Berdasarkan laporan Islamic Finance Development Indicators (IFDI) 2020 dari Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Revinitiv dari 135 negara, Indonesia masuk dalam 5 besar negara berdasarkan nilai aset dengan transaksi 3 miliar dolar AS, di bawah Arab Saudi (17 miliar dolar AS), Iran (14 miliar dolar AS), Malaysia (10 miliar dolar AS).

“Kemajuan ini mencerminkan besarnya peluang Indonesia untuk menjadi kekuatan industri keuangan syariah dunia. Apalagi, market share keuangan syariah kita masih di angka 9,96 persen. Kita terus dorong agar penetrasi industri jasa keuangan syariah terus meningkat,” katanya.

Arsjad mengungkapkan meningkatnya posisi Indonesia di tingkat global tidak terlepas dari dukungan pemerintah yang gencar melakukan riset, sosialisasi, dan edukasi menyangkut keuangan syariah. Di sisi lain, kesadaran masyarakat atas pentingnya industri syariah juga terus meningkat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah hotel

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top