Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anugerah Pesona Indonesia : Seba Badui Raih Pariwisata Terfavorit

Tradisi Seba Badui meraih prestasi kedua pariwisata terfavorit pada even Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  09:37 WIB
Warga Badui mengikuti Tradisi Seba di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (21/5/2021). Seba Baduy merupakan tradisi tahunan warga Baduy sebagai ungkapan rasa syukur serta menjadi media komunikasi adat Suku Baduy dengan pemerintah yang digelar pada tanggal 21-23 Mei 2021.  - ANTARA
Warga Badui mengikuti Tradisi Seba di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (21/5/2021). Seba Baduy merupakan tradisi tahunan warga Baduy sebagai ungkapan rasa syukur serta menjadi media komunikasi adat Suku Baduy dengan pemerintah yang digelar pada tanggal 21-23 Mei 2021. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Tradisi Seba Badui meraih prestasi kedua pariwisata terfavorit pada even Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

"Kami memberikan apresiasi tradisi Seba Badui yang meraih prestasi terfavorit pariwisata di Indonesia itu," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Wawan Sukmana di Lebak, Senin.

Tradisi Seba Badui merupakan budaya masyarakat Suku Badui yang ada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan hingga kini masih tetap lestari.

Selama ini, pelaksanaan tradisi Seba Badui atas keinginan warga Badui berdasarkan perhitungan adat, namun biasanya setelah melaksanakan ritual Kawalu. Di tempat ini, pemukiman masyarakat Badui tertutup bagi wisawatan.

Tradisi Seba Badui menjadikan khasanah budaya Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Seba Badui adalah budaya silaturahmi masyarakat Badui dengan pemerintah, yakni Bupati Lebak dan Gubernur Banten serta pejabat lainnya.

Selain itu juga bentuk syukur atas diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa selama setahun hasil pertanian melimpah, tambahnya.

Dalam tradisi Seba Badui itu, warga Badui menyerahkan hasil pertanian ladang, seperti pisang, talas, beras huma, petai, gula merah dan aneka kuliner.

Disamping itu juga tradisi Seba Badui dapat menyampaikan aspirasi masyarakat adat untuk mendapatkan perlindungan dari aparat pemerintah setempat.

"Warga Badui kerapkali mengalami gangguan keamanan dan lingkungan dari orang luar yang melakukan perusakan di kawasan pemukiman adat, " katanya.

Pada tradisi Seba Badui 2021, masyarakat Badui meminta perlindungan permohonan kepada bupati dan aparat penegak hukum atas adanya eksploitasi pertambangan emas tanpa izin di kawasan Gunung Liman.

Adapun Gunung Liman itu merupakan gunung larangan yang harus dijaga juga titipan dari leluhur. "Dengan laporan yang disampaikan itu mereka para pelaku perusak Gunung Liman ditangkap aparat Kepolisian, "katanya.

Menurut dia, pelaksanaan tradisi Seba Badui wajib dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Badui Dalam maupun Badui Luar, karena titipan leluhur itu. Apabila, tidak dilaksanakan Seba Badui akan kualat dan dapat menimbulkan malapetaka bencana alam.

Oleh karena itu, tradisi Seba Badui itu hingga kini masih konsisten dan lestari dilaksanakan komunitas masyarakat Suku Badui, meskipun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, katanya.

Tradisi Seba Badui yang berlangsung ratusan tahun dari sejak pemerintah Kerajaan Kesultanan Banten sampai kini masih dilakukan masyarakat Badui.

"Saya kira keberhasilan prestasi Seba Badui terfavorit pariwisata di even API itu dari konsisten budaya itu hingga kini masih lestari," katanya.

Tokoh Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Djaro Saija mengatakan warga masyarakat adat Suku Badui kini tercatat 11.800 jiwa tersebar di 68 perkampungan sangat konsisten untuk melaksanakan upacara tradisi Seba Badui di tengah pandemi Covid-19.

Namun, jumlah peserta yang hadir merayakan tradisi itu diwakilkan sebanyak 20 orang terdiri dari tujuh orang dari Badui Dalam dan 14 orang Badui Luar.

Dari tujuh orang warga Badui Dalam antara lain dari Kampung Cibeo tiga orang, Kampung Cikawartana dua orang dan Kampung Cikeusik dua orang.

Masyarakat Badui Dalam melaksanakan Seba berjalan kaki dari pemukiman Badui ke Rangkasbitung dan Kota Serang dengan menempuh kutang lebih sepanjang 80 kilometer dan jika pulang pergi 160 kilometer.

"Kami tahun ini perayaan Seba Badui terbatas hingga 20 orang, padahal 2021 perhitungan adat seba Gede yang dihadiri sekitar 2.000 orang, "katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata BADUY

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top