Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Miris, Lukisan Tertua di Gua Sulawesi di Ambang Hilang

Lukisan di gua Sulawesi menjadi bukti kreativitas manusia dari masa prasejarah. Aneka gambar di gua yang telah berumur 20.000 sampai 45.000 tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi Indonesia.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  12:51 WIB
Miris, Lukisan Tertua di Gua Sulawesi di Ambang Hilang
Keberadaan seni gua Indonesia yang ditemukan pada 1950-an dan baru selesai diteliti pada 2014 tersebut begitu penting bagi para ilmuwan. - Arnet
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Lukisan di gua Sulawesi menjadi bukti kreativitas manusia dari masa prasejarah.

Aneka gambar di gua yang telah berumur 20.000 sampai 45.000 tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi Indonesia.

Akan tetapi, gambar peninggalan zaman purba tersebut terancam hilang akibat perubahan iklim dan juga usia.

Melansir dari artnet, Jumat (21/5/2021), jurnal di Scientific Records menyebutkan situs peninggalan tersebut memudar karena perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem. Fakta tersebut mereka dapatkan dari hasil penelitian pada 11 situs di gua Maros-Pangkep.

Para ilmuwan arkeologi, spesialis konservasi, dan pengelola pusaka prihatin dengan degradasi yang mereka saksikan.

"Kami menggunakan kombinasi teknik ilmiah, termasuk menggunakan mikroskop bertenaga tinggi, analisis kimiawi, dan identifikasi kristal untuk mengatasi masalah tersebut, ” ujar tim peneliti.

Mereka mengungkapkan bahwa garam yang tumbuh di atas dan di belakang batuan gua kuno tersebut menyebabkannya mengelupas.

Sebutan fenomena yang mengancam seni dari gua purba tersebut adalah haloklasti, atau juga dikenal sebagai atau kristalisasi garam.

Kristal garam di dalam gua tumbuh, menyusut, dan membengkak berdasarkan perubahan suhu dan kelembapan yang semakin terlihat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu mempercepat kerusakan karena lukisan melepuh dan terkelupas dari dinding.

Peningkatan efek rumah kaca memicu cuaca yang lebih ekstrim seperti kekeringan parah diikuti oleh musim hujan musiman yang semakin lebat. Hal itu menciptakan kondisi ideal untuk haloklasti, dan itu mimpi buruk bagi para konservasionis.

Kombinasi kenaikan suhu secara global, serta peningkatan kejadian cuaca ekstrem di Sulawesi memiliki implikasi besar bagi pelestarian warisan budaya yang penting secara global itu.

Keberadaan seni gua Indonesia yang ditemukan pada 1950-an dan baru selesai diteliti pada 2014 tersebut begitu penting bagi para ilmuwan. Mereka menggunakan teknik penelitian baru untuk menentukan bahwa beberapa lukisan tersebut sama tuanya dari lukisan gua zaman es di eropa yang diyakini sebagai seni tertua di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lukisan situs purbakala
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top