Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Buka Kembali Jalur Pendakian ke Gunung Everest

Setelah Nepal, kini giliran China membuka jalur wisata di lereng utara Gunung Everest bagi pendaki dengan syarat mereka harus menjalani tes Covid-19 sebelumnya dan tetap menjaga jarak.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  15:45 WIB
Pegunungan Everest - Reuters
Pegunungan Everest - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah Nepal, kini giliran China membuka jalur wisata di lereng utara Gunung Everest bagi pendaki dengan syarat mereka harus menjalani tes Covid-19 sebelumnya dan tetap menjaga jarak.

Baik Nepal maupun China telah jalur pendakian gunung tertinggi itu bagi pendaki asing tahun lalu karena pandemi Covid-19. Belakangan, Nepal mengizinkan pendaki asing meskipun wabah Covid-19 masih tinggi. Satu pendaki dari Norwegia bulan lalu mengonfirmasi telah tertular virus.

Melansir dari apnews, Jumat (7/5/2021), pejabat pendaki gunung Nepal telah membantah adanya wabah di gunung. Ia mengklaim jika itu hanya penyakit ketinggian dan penyakit lain yang umum terjadi di lingkungan yang dingin, keras, dan rendah oksigen.

Pekan ini, negara-negara di kaki Gunung Himalaya menghentikan semua penerbangan sebagai bagian dari penguncian ketat ibu kota dan kota-kota besar di tengah lonjakannya baru-baru ini.

Sebaliknya, China yang menjadi tempat Covid-19 pertama kali muncul sekarang sebagian besar telah menahan penularan virus di dalam negeri. Selain itu juga mempertahankan pembatasan seperti pemeriksaan kesehatan dan waspada terhadap kasus-kasus impor.

Media pemerintahan China melaporkan melaporkan pada Jumat (7/5/2021), sebanyak 38 orang yang diberi izin China untuk mendaki puncak harus berasal dari bagian China yang berisiko rendah untuk terinfeksi. Selain itu, harus menunjukkan tagihan kesehatan yang bersih sebelum mencoba mendaki puncak.

Mereka harus menjalani pemeriksaan suhu secara teratur, menggunakan oksigen botolan dan berada 4 meter atau 13 kaki dari pendaki lain di puncak. Mereka akan diberikan masker, termometer dan disinfektan.

Jadwal pendakian dari sisi selatan gunung di Nepal akan dirujuk sehingga kelompok pendaki tidak bertemu, kata Nyima Tsering, Kepala Biro Pengawas Pendakian China. Bagi mereka yang tidak terdaftar untuk mendaki di sisi China dilarang keras.

Tahun lalu, China menggunakan waktu istirahat dalam pendakian untuk mengangkut sekitar 6 ton sampah dari gunung yang telah menarik lebih banyak kelompok pendaki.

Pada 2019, 362 orang mendaki Everest dari sisi utara, 241 di antaranya berhasil mencapai puncak. Sedikit lebih banyak mendaki dari Nepal, di mana penjualan izin pendakian gunung dan pekerjaan pendakian dan pendakian gunung merupakan pendorong utama ekonomi lokal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

everest Jalur Pendakian
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top