Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jerman Kembali Batalkan Oktoberfest Karena Covid-19

Festival musik Octoberfest di Jerman kembali dibatalkan karena adanya pandemi corona yang belum selesai.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  12:19 WIB
Octoberfest - istimewa
Octoberfest - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA---Setiap bulan Oktober, German selalu menggelar festival bir bernama Oktoberfest.

Namun, karena imbas Covid-19, tahun lalu acara tersebut tidak diadakan dan tahun ini juga serupa.

Melasir dari bbc.com pihak berwenang di Jerman telah membatalkan Oktoberfest di Munich karena masalah virus Covid-19.

Ini adalah tahun kedua berturut-turut acara tersebut dibatalkan karena pandemi.

Situasinya terlalu tidak pasti, kata Perdana Menteri Bavaria Markus Söder pada hari Senin(3/5/21)

Sekitar enam juta orang biasanya menghadiri festival tahunan, yang berlangsung pada bulan September dan Oktober itu.

"Itu bukan keputusan yang mudah," kata Walikota Munich Dieter Reiter pada konferensi pers bersama.

Sementara itu, Perdana Menteri Bavaria, mengatakan bahwa tindakan seperti masker wajah dan jarak sosial tidak mungkin dilakukan" di tenda-tenda bir tradisional festival.

Mr Söder menambahkan bahwa membatalkan acara di kemudian hari akan menyebabkan kerugian ekonomi.

“Bayangkan ada gelombang baru dan kemudian menjadi peristiwa super-spreader. Mereknya akan rusak selamanya dan kita tidak mau itu,” ucapnya.

Sementara acara resmi Munich dibatalkan tahun lalu, banyak penduduk setempat menghadiri tempat pembuatan bir kota dengan pakaian tradisional.

Enam juta orang biasanya menghadiri acara tahunan tersebut.
Tahun ini menandai ke-26 kalinya festival tersebut dibatalkan dalam sepanjang lebih dari 200 tahun acara tersebut digelar.

Menurut situs resminya, Oktoberfest pertama kali dibatalkan pada tahun 1813 tepatnya empat tahun setelah dimulai karena pertempuran dengan Napoleon. Sejak itu, telah dihentikan oleh perang, inflasi dan kolera.

Bulan lalu, Jerman memperkenalkan undang-undang penguncian baru yang kontroversial sebagai tanggapan terhadap gelombang ketiga infeksi.

Aturan, yang memungkinkan pemerintah federal untuk memberlakukan jam malam dan menutup sekolah di mana tingkat infeksi naik terlalu tinggi, telah diberlakukan di sejumlah kota.

Jerman telah melaporkan sekitar 3,4 juta kasus dan lebih dari 83.000 kematian sejak pandemi dimulai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman musik festival
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top