Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Pemerintah Turki Genjot Wisatawan di Tengah Pandemi

Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki, sejak 1 Januari 2021, Sertifikat "Wisata Aman" merupakan kewajiban bagi akomodasi yang menyediakan 30 kamar atau lebih. Hingga saat ini, 9.236 fasilitas telah disertifikasi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  19:16 WIB
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Pixabay
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Pixabay

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk meningkatkan posisi sebagai salah satu tujuan wisata teraman di dunia, Turki terus berinvestasi dalam 'Program Sertifikasi Pariwisata Aman' yang merupakan salah satu contoh pertama dan tersukses di dunia dalam bidang ini.

Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki, sejak 1 Januari 2021, Sertifikat "Wisata Aman" merupakan kewajiban bagi akomodasi yang menyediakan 30 kamar atau lebih. Hingga saat ini, 9.236 fasilitas telah disertifikasi.

Turki juga menawarkan fasilitas asuransi tambahan yang memberikan berbagai keuntungan beserta dengan asuransi kesehatan dan perjalanan.

Selanjutnya, telah diluncurkan pula program pendaftaran vaksinasi karyawan pariwisata yang berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kesehatan, dan Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata (TGA) Turki.

Program ini telah diluncurkan dalam lingkup 'Program Sertifikasi Pariwisata Aman' untuk menyambut pengunjung asing pada musim pariwisata yang akan datang dan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan pariwisata dan penduduknya.

Turki melakukan seluruh upaya tersebut untuk menjamin sebagai negara tujuan wisata yang aman dan sehat pada tahun 2021 dan akan menjadi salah satu pilihan utama perjalanan aman bagi wisatawan asing.

Menurut peraturan resmi terbaru, Presiden Erdogan mengumumkan pembatasan dan penutupan tambahan untuk menghentikan penyebaran COVID-19, termasuk pemberlakukan jam malam secara penuh di seluruh Turki, di mulai pukul 19.00 pada Kamis, 29 April 2021, dan berakhir pada 05.00 pada hari Senin, 17 Mei 2021, meliputi hari kerja dan akhir pekan.

Wisatawan asing yang melakukan perjalanan singkat dan wisata di Turki dibebaskan dari jam malam. Pengunjung asing dapat melakukan aktivitas asalkan mereka membawa paspor. Angkutan umum akan terus beroperasi dengan kapasitas 50%.

Museum-museum besar dan situs bersejarah di 9 kota termasuk Istanbul, Antalya, Mugla, dan Nevsehir (Cappadocia) akan tetap dibuka untuk pengunjung asing selama lockdown. Selama lockdown, fasilitas akomodasi akan terus melayani pelanggan, termasuk fasilitas restoran di dalam hotel.

Fasilitas kuliner lainnya seperti restoran dan kafe akan tetap beroperasi hanya untuk layanan pengiriman dan dibawa pulang. Hingga akhir Ramadan, Kamis, 13 Mei 2021, tempat makan seperti restoran, toko kue, kafe, dan kafetaria tersedia hanya untuk layanan pengiriman 24/7. Setelah tanggal ini, mereka akan tersedia untuk layanan pengiriman hingga pukul 01.00 saja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata turki traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top