Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid Melandai, Italia Segera Longgarkan Karantina

Italia dikabarkan segera mengendorkan kebijakan karantina seiring dengan kasus positif Covid-19 yang melandai.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 29 April 2021  |  15:15 WIB
Seorang petugas medis memegang vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Careggi, Florence, italia, Minggu (27/12/2020).  - Antara
Seorang petugas medis memegang vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Careggi, Florence, italia, Minggu (27/12/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Italia dikabarkan segera mengendorkan kebijakan karantina seiring dengan kasus positif Covid-19 yang melandai.

Dilansir dari Times of India pada Kamis (29/4/2021), Italia akan kembali membuka perbatasannya pada Senin setelah kasus Covid-19 turun secara signifikan di seluruh negeri.

Italia melakukan karantina ketat selama beberapa pekan guna mencegah penyebaran Covid-19. Sejumlah tempat seperti kedai kopi, restoran, dan bioskop di negara itu harus tutup.

Saat ini, 14 wilayah di Italia mendapatkan status kuning yang berarti zona risiko Covid-19 rendah. Sementara 5 wilayah berstatus Jingga, dan hanya 1 wilayah yang masih dalam status siaga merah, yakni Sardinia.

Meskipun restoran di 14 wilayah telah diizinkan untuk beroperasi dan menjamu pelanggan, ada jam malam pukul 10 malam di negara tersebut. 

Kini museum dan bioskop juga diizinkan mengadakan acara outdoor dan kapasitas indoor dibatasi hingga 50 persen. Juga sekolah dan universitas di zona kuning dan oranye telah diizinkan untuk melanjutkan.

Salah satu atraksi utama di Italia, Colosseum juga sekarang terbuka untuk pengunjung perorangan, tetapi tur grup masih dilarang. 

Dalam beberapa pekan mendatang, Italia akan melonggarkan lebih banyak pembatasan yang mungkin termasuk pembukaan kolam renang dan pusat kebugaran.

Italia telah mencatat hampir 3,98 juta kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi, sementara lebih dari 120.000 orang telah kehilangan nyawa karena virus hingga saat ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top