Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nekat Mudik? Desa Ini Siapkan Rumah Angker untuk Karantina

Ada-ada saja cara mencegah penyebaran Covid-19. Di Boyolali, desa Sidomulyo menyiapkan rumah angker untuk mengarantina warga yang nekat mudik Lebaran tahun ini.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 April 2021  |  10:31 WIB
Anggota Satuan Tugas Jogo Tonggo saat memantau rumah karantina untuk warga yang nekat mudik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).  - ANTARA
Anggota Satuan Tugas Jogo Tonggo saat memantau rumah karantina untuk warga yang nekat mudik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Ada-ada saja cara mencegah penyebaran Covid-19. Di Boyolali, desa Sidomulyo menyiapkan rumah angker untuk mengarantina warga yang nekat mudik Lebaran tahun ini.

Pemerintah Desa Sidomulyo di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Provins  Jawa Tengah, menyiapkan rumah yang sudah lama kosong dan dianggap angker untuk mengarantina warga yang nekat mudik dari perantauan menjelang Lebaran tahun ini.

Rumah kosong di kawasan sendang Dukuh Piji, Desa Sidomulyo, yang disiapkan sebagai tempat karantina pemudik itu layak guna, namun menurut warga setempat, area rumah itu tergolong angker, banyak hantunya.

Kepala Desa Sidomulyo Mohammad Sawali mengatakan pemerintah desa memilih rumah itu sebagai tempat karantina untuk mencegah perantau mudik Lebaran mengingat pemerintah pusat sudah memberlakukan larangan mudik guna mencegah peningkatan kasus penularan Covid-19.

"Pemerintah desa menerapkan kebijakan itu berdasarkan pengalaman tahun 2020," katanya seperti dikutip Antara, Kamis (29/4/2021).

Menurut dia, warga Kecamatan Ampel yang pertama kali terpapar Covid-19 pada 2020 berasal dari Desa Sidomulyo dan pemerintah desa tidak ingin hal serupa terjadi pada masa mudik Lebaran tahun ini.

Sawali mengatakan bahwa pemerintah desa sejak awal Ramadhan sudah mengimbau warga yang merantau agar tidak mudik.

Jika ada warga yang nekat mudik dan tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter atau surat bebas Covid-19, ia mengatakan, maka pemerintah desa mewajibkan mereka menjalani karantina selama tujuh hari di lokasi yang sudah disiapkan.

"Hingga saat ini sudah ada dua orang perantau yang dikarantina di tempat yang disediakan itu," katanya, menambahkan, Satuan Tugas Jogo Tonggo memenuhi kebutuhan logistik warga yang menjalani karantina.

Fajar Adi Nugroho, perantau yang mudik dari Tangerang, mengaku menyesal karena nekat pulang kampung tanpa membawa surat sehat sehingga harus menjalani karantina di fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Desa Sidomulyo.

Dia sudah tahu kalau pemerintah melarang warga mudik, namun nekat pulang ke kampung melalui jalan tikus pada malam hari dan berhasil meloloskan diri dari pantauan petugas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran desa hantu
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top