Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Pandemi, Begini Strategi dan Inovasi KAI

Pada Maret 2021, KAI rata-rata melayani 72.346 penumpang untuk KAI Jarak Jauh dan Lokal setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat 20% dibanding Februari 2021, dimana rata-rata KAI melayani 60.078 penumpang per hari.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 28 April 2021  |  13:57 WIB
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA- VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa setelah setahun pandemi covid-19, volume angkutan penumpang KAI belum mengalami peningkatan yang drastis. Hal tersebut dapat dilihat dari penurunan volume penumpang pada triwulan I 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Volume penumpang kereta api jarak jauh dan kereta api lokal pada triwulan I 2021 adalah 5,67 juta penumpang, turun 70% dibandingkan dengan triwulan I 2020 sebanyak 18,94 juta penumpang,” paparnya kepada Bisnis.

Namun, Joni juga mengatakan sejak dimulainya vaksinasi bagi petugas KAI yang termasuk pelayanan publik pada bulan Februari 2021, kepercayaan masyarakat akan transportasi kereta api mulai kembali pulih.

Pada Maret 2021, KAI rata-rata melayani 72.346 penumpang untuk KAI Jarak Jauh dan Lokal setiap harinya. Jumlah tersebut meningkat 20% dibanding Februari 2021, dimana rata-rata KAI melayani 60.078 penumpang per hari.

Meskipun angkutan penumpang berangsur pulih, KAI juga terus berupaya memaksimalkan bisnis angkutan barang hingga saat ini. Joni mengatakan bahwa pada 2020, KAI rata-rata melayani 3,76 juta ton barang per bulan. Adapun di tahun 2021 ini, sampai dengan Maret, KAI rata-rata melayani 3,67 juta ton barang per bulan.

“KAI akan terus meningkatkan kinerja angkutan barang salah satunya dengan secara konsisten menjalin kerja sama baru dengan para pelaku usaha untuk meningkatkan volume angkutan barang,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat masih banyak yang membatasi mobilitasnya dalam rangka mematuhi anjuran pemerintah. Meski demikian, KAI terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat baik saat di stasiun maupun saat perjalanan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 bagi masyarakat yang tetap harus bepergian.

“Strategi lainnya adalah mengintegrasikan ekosistem transportasi pada aplikasi KAI Access seperti layanan last mile, pemesanan GeNose C19, kemudahan pembayaran, dan lainnya,” ujarnya.

Saat ini, KAI terus berinovasi di bidang digitalisasi, hal ini sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan serta mengurangi kontak fisik. Joni mengatakan inovasi tersebut seperti pembelian tiket dan pemesanan layanan pemeriksaan GeNose C19 bisa secara online melalui KAI Access, website KAI, atau platform lainnya.

Begitupun saat boarding, kontak fisik juga dapat dihindari dengan menggunakan fitur e boarding pass di KAI Access. Penumpang cukup membuka QR Code pada aplikasi tersebut untuk di-scan sambil memperlihatkan identitasnya kepada petugas.

Selain itu, KAI juga berinovasi dengan menyediakan platform WhatsApp untuk layanan customer service dengan nomor 08111-2111-121 serta untuk pemesanan makanan di atas kereta api dengan nomor 0811-1061-2121.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai kereta api
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top