Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Pizza Fritta, Pizza Goreng dari Kemiskinan di Perang Dunia Kedua

Pizza fritta sepupu pizza neapolitan yang kurang terkenal, muncul sebagai akibat dari kemiskinan selama perang dunia kedua dan dikenal sebagai pizza rakyat .
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 14 April 2021  |  15:57 WIB
Mengenal Pizza Fritta, Pizza Goreng dari Kemiskinan di Perang Dunia Kedua
Pizza fritta. Dijuluki pizza rakyat, pedagang kaki lima termasuk keluarga Miano menjual barang tersebut kepada pelanggan yang kesulitan sebagai ogge a otto, yang berarti mereka dapat memakannya hari itu. - bbc

Bisnis.com, JAKARTA - Pizza fritta adalah sepupu pizza neapolitan yang kurang terkenal. Pizza rakyat ini muncul sebagai akibat dari kemiskinan selama Perang Dunia Kedua.

Melansir bbc.com, seorang jurnalis menuliskan pengalamannya menyatap pizza tersebut ketika pertama kali bertemu Fernanda Miano, yang berusia 82 tahun pada sore yang terik di awal Agustus.

Wanita tersebut duduk di kursi plastik, dan merokok di luar gang rumah tingkat dekat jalanan. Tempat tersebut dioperasikan sebagai warung makan sederhana di lingkungan Quartieri Spagnoli yang bersejarah di Napoli.

Nama kedai tersebut Pizza Fritta da Fernanda dan menunya hanya terdiri dari pizza fritta, yaitu pizza goreng dalam dua ukuran. Untuk ukurar grande (besar) seharga €3 dan piccola (kecil) seharga €2.

Miano, yang dengan penuh kasih disebut oleh penduduk setempat dan turis sebagai Nonna Fernanda. Ia belajar dari ibunya bagaimana membuat pizza fritta di jalan tersebut yang merupakan tempat bisnis keluarganya selama beberapa dekade.

Miano mematikan rokoknya, memberi isyarat pelanggan duduk di kursi yang dia tinggalkan dan mulai bekerja. Dia bergerak cepat, menggunakan jarinya untuk menguleni adonan dari tepung Tipo 00 yang sangat halus, ragi, air, dan sedikit garam.

Dia kemudian menambahkan satu sendok tomat yang dihancurkan, irisan daging babi, mozzarella dan ricotta.

Sepotong adonan ditambahkan sebagai lapisan atas. Terakhir, ramuan tersebut digoreng dengan minyak sampai isiannya meleleh dan bagian luarnya garing dan menggembung.

Miano membungkus pizza goreng tersebut dengan kertas dan menyerahkannya kepada pembeli. Dia melihat akan bertanya pada pembeli, "Buono [bagus]?

Kemudian dia akan menunjukkan ekspresi bangga dan penuh pengertian bila pembeli mengatakan bahwa makanan tersebut lezat.

Ketika kebanyakan orang memikirkan pizza Neapolitan yang dikenal sebagai pizza gaya Napoli, mereka memikirkan pizza tipis yang dipanggang dalam oven batu bata yang dibakar dengan kayu bakar.

Hidangan ini sangat dihargai sehingga Unesco memberinya status Warisan Dunia pada 2017. Pizza Neapolitan juga menjadi inspirasi di balik pizza bergaya New York, yang diperkenalkan oleh imigran Italia ke Amerika Serikat pada awal abad ke-20.

Pizza fritta adalah sepupu pizza Neapolitan yang kurang terkenal. Itu muncul sebagai akibat dari kemiskinan selama perang dunia kedua, ketika Napoli menderita sekitar 200 serangan udara oleh Sekutu.

Simone Cinotto, profesor sejarah modern di Università di Scienze Gastronomiche di Pollenzo, Italia, dan penulis The Italian American, mengatakan pizza fritta benar-benar terlihat seperti makanan masa perang.

"Saat itu, tidak ada bahan untuk membuat pizza, dan banyak oven yang benar-benar hancur akibat pemboman. Orang harus menjadi kreatif dan cerdik untuk menemukan pengganti bahan yang hilang,” kata Cinotto dalam bukunya.

Penduduk setempat mulai menggoreng adonan dan menggunakan bahan-bahan berkualitas lebih rendah, seperti teri dan brokoli. Produk ini lalu diperjual-belikan dalam beberap musim sehingga dikenal sebagai pizza fritta.

Bagian sayuran yang kurang diminati, seperti batang artichoke, juga digunakan. "Apa pun yang Anda goreng menjadi enak," kata Cinotto.

Dia menambahkan teknologi dan pasar untuk gorengan sudah ada dan didokumentasikan di Italia sejak jauh sebelum perang dunia kedua, tetapi pizza fritta kemungkinan merupakan hasil spesifik yang muncul dari krisis.

Dijuluki pizza rakyat, pedagang kaki lima termasuk keluarga Miano menjual barang tersebut kepada pelanggan yang kesulitan sebagai ogge a otto, yang berarti mereka dapat memakannya hari itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan tradisional legendaris pizza
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top