Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sate Kalong, Makanan Unik di Malam Hari Khas Cirebon

Terdapat satu makanan khas Cirebon yang bisa dirasakan hanya saat malam hari saja, yakni Sate Kalong.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 11 April 2021  |  23:07 WIB
Sate Kalong khas Cirebon.  - Eusebio Chrysnamurti
Sate Kalong khas Cirebon. - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, CIREBON – Kota Cirebon, salah satu kota di Jawa Barat sisi pantai utara Jawa ini dikenal dengan wisata kulinernya yang beragam.

Sajian kuliner terkenal yang bisa dicicipi di daerah yang juga mendapat julukan Kota Wali ini, antara lain ada Nasi Jamblang, Empal Gentong, Nasi Lengko, Tahu Gejrot, dan lain sebagainya.

Namun demikian, di antara sejumlah sajian kuliner yang terkenal itu, ada satu makanan khas Kota Udang ini yang bisa dirasakan hanya saat malam hari saja, yakni Sate Kalong.

Tim Jelajah Pelabuhan 2021 Bisnis Indonesia usai mengunjungi Pelabuhan Cirebon sebagai destinasi terakhir program penjelajahan tahap pertama ini, berkesempatan mencicipi makanan unik tersebut, Sabtu (10/4) malam.

Tak seperti namanya, Sate Kalong ternyata bukan berasal dari daging kalong (hewan sejenis kelelawar yang hanya keluar saat malam hari). Namun berasal dari daging kerbau.

"Sate kalong ini dari daging kerbau, bukan kalong sejenis kelelawar itu. Dinamakan kalong karena keluarnya (jualannya) malam hari," ujar Didi, pedagang Sate Kalong di Jalan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. 

Sate kalong yang dijual terdapat dua rasa, manis dan asin. Untuk rasa manis, bahannya daging, sedangkan yang asin dari urat. 

Sebelum dibakar, tusukan daging kerbau dicelupkan ke bumbu rempah-rempah yang dicampur gula, sehingga akan terasa sedikit manis. 

Sedangkan sate yang dari urat, sebelum dibakar, juga dicelupkan ke bumbu kaldu beraroma rempah-rempah, tapi dengan rasa asin. 

Selesai dibakar, sate diletakkan di bumbu kacang dengan sedikit campuran oncom. Setelah itu, sate diguyur dengan kaldu. Biasanya disajikan dengan sedikit irisan lontong.

Penjual sate yang ditemui di kawasan Pecinan ini, mengaku dalam setiap kali berjualan dari pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB, mampu menjual 1.000 tusuk sate kalong. 

Selain keunikan dari sisi nama kalong, pemilihan daging kerbau untuk dijadikan sate ternyata memiliki kisah unik juga. 

Pemilihan daging kerbau bukan tanpa sebab. Selain pembeda dengan sate lainnya, juga karena dahulu kala masih cukup banyak pemeluk agama Hindu di Cirebon, yang mana sangat menghormati sapi.

Jadi, untuk menghormati mereka yang tidak memakan sapi, maka dipilihlah daging kerbau ini untuk dibuat sate.

Jadi, bagi Anda yang berwisata ke Cirebon dan hobi kulineran, jangan lupakan menu satu ini. Lokasinya juga tidak sulit dijangkau. Selamat mencoba.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan cirebon Jelajah Pelabuhan 2021
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top