Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ngarai Sianok Maninjau Diusulkan Naik Status Unesco Global Geopark

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mendukung Geopark Nasional Ngarai Sianok Maninjau menjadi Unesco Global Geopark. Sejumlah pembenahan masih perlu dilakukan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 10 April 2021  |  15:40 WIB
Ngarai Sianok melukiskan keindahan Gunung Singgalang dan Danau Maninjau.  - witatour.com
Ngarai Sianok melukiskan keindahan Gunung Singgalang dan Danau Maninjau. - witatour.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mendukung Geopark Nasional Ngarai Sianok Maninjau menjadi Unesco Global Geopark. Sejumlah pembenahan perlu dilakukan.

Ngarai Sianok Maninjau telah ditetapkan dan diakui menjadi kawasan Geopark Nasional berdasarkan Keputusan Komite Nasional Geopark Indonesia bersama dengan 7 kawasan geopark lainnya, yakni Geopark Pongkor-Bogor, Geopark Karangsambung-Karangbolong, Geopark Meratus, Geopark Silokek, Geopark Sawahlunto, Geopark Geopark Natuna, dan Geopark Banyuwangi.

Kedelapan geopark itu adalah Geopark Pongkor-Bogor, Geopark Karangsambung-Karangbolong, Geopark Meratus, Geopark Silokek, Geopark Sawahlunto, Geopark Ngaraisianok-Maninjau, Geopark Natuna, Geopark Banyuwangi.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "8 Taman Bumi Kantongi Status Geopark Nasional", Klik selengkapnya di sini: https://traveling.bisnis.com/read/20181130/224/864967/8-taman-bumi-kantongi-status-geopark-nasional.
Author: M. Nurhadi Pratomo
Editor : Annisa Margrit

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

"Saya mengagumi keindahan Ngarai Sianok dan perkembangan Kota Bukittinggi saat ini, dan mendukung untuk menaikkan status kawasan ini menjadi kawasan dunia dengan mengusulkan kembali menjadi kawasan Unesco Global Geopark ," katanya seperti dikutip Antara, Sabtu (10/4/2021).

Monoarfa mengatakan hal itu saat meninjau Taman Panorama dan Lobang Jepang dalam kunjungan kerja didampingi Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, dan Sekda beserta Kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait.

Seiring dengan usulan kenaikan status itu, Menteri Suharso mengatakan perlunya penambahan tempat sampah di tengah kota, dan pengurangan penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengusulkan agar di sini kita tidak lagi menggunakan kantong plastik, hal ini juga akan membantu promosi daripada geopark sendiri, karena yang kita jual di sini adalah lingkungan yang luar biasa ini," ujarnya.

Wali Kota Erman Safar menjelaskan upaya untuk lebih menguatkan konsep obyek wisata Ngarai Sianok.

“Ngarai Sianok ini akan menjadi obyek pariwisata yang akan kami optimalkan di malam hari, akan ada beberapa penambahan penguatan konsep semacam video mapping, dinding–dinding ngarai ini setiap akhir pekan akan ditembak dengan video mapping dengan membuat video tentang sejarah pembentukan ngarai dan Kota Bukittinggi,” ujar Erman Safar.

Ngarai Sianok dan Lobang Jepang adalah objek wisata utama di Bukittinggi yang menyatu dalam satu kawasan Taman Panorama.

Lobang Jepang merupakan saksi sejarah negara Indonesia yang pengerjaannya dilakukan di jaman Jepang dengan cara kerja paksa yang dikenal dengan istilah Romusha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

destinasi wisata ngarai raksasa geopark
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top