Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aplikasi Kecerdasaran Lokasi Ini Diyakini Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Aplikasi yang dibangun perusahaan berbasis intelegensi lokasi dan pemetaan tersebut langsung mendapatkan respons positif dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno karena dinilai dapat membantu memetakan para pelaku ekonomi kreatif nasional.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 08 April 2021  |  19:54 WIB
Wisatawan menikmati embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius di kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). - ANTARA/Idhad Zakaria
Wisatawan menikmati embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius di kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). - ANTARA/Idhad Zakaria

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan teknologi yang terjadi dewasa ini terus memunculkan beragam inovasi dari anak bangsa, salah satunya lokasi intelligence 2.0 yang diluncurkan oleh Bhumi Varta Technology (BVT).

Aplikasi yang dibangun perusahaan berbasis intelegensi lokasi dan pemetaan tersebut langsung mendapatkan respons positif dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno karena dinilai dapat membantu memetakan para pelaku ekonomi kreatif nasional.

Sandi mengatakan bahwa penerapan geospatial intelligence atau kecerdasan lokasi ini memiliki banyak manfaat mulai dari jumlah pelaku usaha, beragam produk yang dihasilkan hingga pemasaran produk ekonomi kreatif di suatu daerah. Data tersebut, sambungnya, sangat penting dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif di masa mendatang.

"Kami di Kementerian terus mendukung teknologi berbasis kecerdasan lokasi untuk menciptakan keberlanjutan pariwisata, dan saya pikir Lokasi Intelligence 2.0 dapat memperkuat dan mengakselerasi perekonomian di Indonesia," ujar Sandiaga Uno dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Rabu (7/4/2021).

Penerapan aplikasi Lokasi Intelligence tersebut, juga senada dengan konsep era pariwisata baru yang diinisiasinya, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Terlebih dengan adanya digitalisasi, percepatan pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional diyakininya dapat segera terwujud.

"Dengan begitu, harapan kita untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan sebesar-besarnya dapat tercapai," jelasnya.
Sementara itu, Founder dan Investor Bhumi Varta Technology, Martyn Terpilowski mengatakan bahwa melalui sistem baru serta fitur termutakhir, aplikasi Lokasi Intelligence Version 2.0 dapat memberikan user experience (pengalaman pengguna) yang lebih baik.

Terlebih, pihaknya kini juga tengah merancang aplikasi bernama LokasiMaps yakni sebuah aplikasi berbasis geofencing yang ditujukan untuk membantu pemasaran dan periklanan efektif bagi UMKM. LokasiMaps tersebut diyakininya akan menjadi aplikasi peta utama bagi masyarakat Indonesia.

"Saya percaya bisnis teknologi bisa membawa kemajuan besar bagi Indonesia dan menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi," ungkapnya.
Dia meyakini bahwa BVT akan mengubah persepsi ekosistem teknologi Indonesia menjadi berkelas dunia. Selain lewat beragam aplikasi pintar, BVT juga akan meluncurkan BVT Academy yang akan menyediakan pendidikan deep tech dan geographic information system (GIS) hingga ke tingkat ahli.

"Ini adalah visi jangka panjang untuk menjadi pemimpin dalam bidang GIS, pemetaan, dan analisa big data berkelas dunia sesungguhnya," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata aplikasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top