Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memprihatinkan, Museum Patiayam di Kudus Tak Terawat

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turun tangan untuk membenahi Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kudus, Jawa Tengah, yang kondisinya mulai memprihatinkan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 11 Maret 2021  |  23:50 WIB
Museum Patiayam di Kabupaten Kudus. Terdapat 17 fosil fauna yang terpilih khususnya karena kelangkaan dan sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.  - Kemendikbud
Museum Patiayam di Kabupaten Kudus. Terdapat 17 fosil fauna yang terpilih khususnya karena kelangkaan dan sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. - Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turun tangan untuk membenahi Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kudus, Jawa Tengah, yang kondisinya mulai memprihatinkan.

Museum Purbakala Patiayam merupakan tempat menyimpan fosil langka. Namun, museum berlantai dua itu kondisinya sudah tidak terawat. Tembok bangunan mulai luntur dan lantai museum pun sudah retak-retak.

"Kemendikbud harus peka terhadap kondisi Museum Patiayam. Untuk pembangunan mungkin belum memungkinkan, tetapi perawatan harus dilakukan," kata LaNyalla seperti dikutip Antara, Kamis (11/3/2021).

Menurutnya, keberadaan museum harus dijaga bagaimana pun caranya. Sebab, museum menjadi sarana pembelajaran khususnya bagi anak-anak untuk mengetahui peninggalan-peninggalan kehidupan zaman purbakala.

"Museum ini memiliki nilai yang sangat luar biasa. Keberadaannya bisa dijadikan tempat belajar, tempat siswa mendapatkan informasi masa lalu, khususnya mengenai peninggalan-peninggalan purbakala," kata dia.

Museum Purbakala Patiayam diketahui memiliki puluhan ribu fosil hewan purbakala di kawasan bukit Patiayam. Di antaranya fosil hewan gajah purba, rusa, hingga hewan laut purbakala. Diperkirakan sekitar 10 ribu lebih fosil yang ditemukan. Namun yang tercatat ada delapan ribu fosil dan teridentifikasi dalam inventarisasi fosil sebanyak lima ribu.

"Jika dibuat display dan tampilan menarik serta spot-spot kekinian, museum ini bisa memiliki nilai tambah. Bukan tidak mungkin museum ini akan ramai. Bahkan museum ini bisa dijadikan sebagai wisata edukasi dengan merangkul pihak sekolah," katanya.

Museum Patiayam yang terletak di Kabupaten Kudus, patut merasa berbangga dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Kudus Nomor: 070/2117/1000/2020 tentang Penetapan Situs Fauna Patiayam sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Kudus.

Terdapat 17 fosil fauna yang terpilih khususnya karena kelangkaan dan sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, antara lain Dubois Santeng, Maxilia Monyet, Metatarsal Hexaprotodon, Dentary Isurus sp., Dentary Notorynchus sp., Ivory Stegodon sp, Bosbubalus Palaeokarabau, Mandibula Rhinoceros, Molar Hystricidae, Dentary Crocodylidae, Cranium Cervus sp, dan Cast Tannidae.

Fosil-fosil tersebut sebagian besar telah di tata dan tampilkan di dalam display Museum Patiayam, sehingga mampu memberikan pengetahuan kepada publik tentang nilai penting Situs Patiayam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

museum dpd ri
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top