Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, 7.000 Pramuwisata di Bali Terdampak Covid-19

Sandiaga meminta pramuwisata terus meningkatkan kapasitas diri, terutama memahami konsep pariwisata berkelanjutan yang akan menjadi tren pariwisata paska pandemi.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  18:31 WIB
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\n
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pandemi telah berdampak terhadap 7.000 pramuwisata di Bali, dan optimistis kondisi akan pulih.

Sandiaga meminta pramuwisata terus meningkatkan kapasitas diri, terutama memahami konsep pariwisata berkelanjutan yang akan menjadi tren pariwisata paska pandemi.

“Kita lihat dampak pandemi ini sangat berat. Hampir tujuh ribu lebih pramuwisata yang ada di Bali terkena dampaknya. Ada yang sudah makan tabungan, makan hasil jual aset, dan bahkan pulang ke kampung halaman untuk menjadi pedagang, petani, dan nelayan. Namun begitu, saya optimistis pramuwisata di Bali akan pulih kembali,” katanya dalam siaran pers Jumat (26/2/2021).

Dia menambahkan para pramuwisata agar optimistis dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satunya, ujarnya dengan meningkatkan kapasitas diri dalam beradaptasi dan berinovasi melihat perubahan tren pariwisata ke depan.

Dia menjelaskan perubahan tren saat ini adalah sustainable tourism. Wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi jumlahnya akan lebih sedikit, tapi lebih berkualitas dan story telling terhadap suatu destinasi akan lebih kuat.

Pramuwisata merupakan salah satu komponen penting dalam jasa pariwisata. Sebagai garda terdepan dalam menyambut para wisatawan yang datang ke suatu destinasi wisata, pramuwisata hadir untuk menceritakan atau memberikan informasi mengenai destinasi dari hulu ke hilir.

“Kalau dulu satu pramuwisata melayani kurang lebih 40 orang. Sekarang mungkin rasionya satu banding empat. Saya selalu bilang tren pariwisata ke depan sudah bisa terbaca, akan lebih localize, customize, dan smaller in size.  Ini juga merupakan bagian daripada adaptasi dan inovasi menuju ecowisata atau wisata berbasis alam,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali wisata
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top