Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gurih Manis Martabak Mertua yang Menggoyang Lidah

Martabak telah menjadi panganan yang jadi favorit banyak orang sejak beberapa dekade lalu. Adaptasi dari kuliner Arab ini dapat ditemui dalam bentuk martabak asin atau martabak telur.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  17:30 WIB
Martabak mertua
Martabak mertua

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah menjadi kebiasaan kalau bertamu ke rumah calon mertua, jangan lupa bawa martabak sebagai peluluh hati.

Martabak telah menjadi panganan yang jadi favorit banyak orang sejak beberapa dekade lalu. Adaptasi dari kuliner Arab ini dapat ditemui dalam bentuk martabak asin atau martabak telur.

Adapun, martabak manis merupakan makanan khas dari Bangka Belitung yang dikenal dengan nama Hok Lo Pan dan diciptakan oleh bangsa Hakka.

Popularitas martabak manis seiring waktu terus menyebar. Di beberapa daerah, martabak manis disebut dengan Terang Bulan karena bentuknya yang bulat dan berwarna kuning seperti bulan.

Keunikan dan potensi pasar yang terus berkembang untuk martabak mendorong Andhika Putra, salah satu pemilik dari Martabak Mertua, untuk memulai bisnis kuliner dengan salah satu rekannya, Alan Okadenan.

Martabak Mertua membuka cabang pertamanya pada Agustus 2015 di Margahayu, Bandung, Jawa Barat, dari kios kecil berukuran 2,5 meter x 2,5 meter.

Martabak Mertua menyasar target pasar milenial yang senang melakukan eksplorasi rasa sehingga tidak heran banyak menu martabak mereka yang sesuai dengan konsep kuliner kekinian.

Berkembangnya brand Martabak Mertua di kalangan konsumen juga didukung oleh inovasi menu yang tidak hanya mengedepankan tren namun juga kualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Andhika menuturkan bahwa inovasi tidak melulu soal varian menu namun lebih kepada memberikan pilihan lengkap, dari A sampai Z, untuk konsumen.

Untuk menjaga kualitas, kedua pemilik bisnis terlibat langsung pada proses penentuan standar dan pemeriksaan kualitas yang dilakukan rutin pada tiap cabang.

Di antara brand martabak lainnya, Martabak Mertua merupakan salah satu pelopor yang menggunakan keju mozzarela pada topping martabak. Ini pula yang menjadikan image brand Martabak Mertua lekat dengan varian menu martabak asinnya.

Menu martabak asin khas Martabak Mertua menerapkan konsep 'fusion' memang lebih populer di kalangan penggemarnya, namun variasi martabak manis karya Andhika dan Alan tidak kalah menggugah selera para sweet tooth.

Agar bisnis tetap pada top of game, sebuah brand tentu harus punya karakter yang membedakannya dengan produk serupa. Martabak manis khas Martabak Mertua punya karakter istimewa yang membedakannya dengan martabak manis di pasaran.

Serat pada martabak yang lebih kecil menjadikannya lembut dan kenyal. Rasa pada adonan juga dibuat tidak terlalu manis agar tidak memberikan sensasi 'giung' ketika dinikmati dengan berbagai pilihan topping manis.

Martabak manis juga disajikan dengan berbagai cara ada yang dilipat, digulung, tak ketinggalan martabak tipis kering.

Dengan kisaran harga Rp28.000 - Rp125.000 untuk lebih dari 150 menu Martabak Mertua menawarkan menu klasik yang memadukan cokelat, kacang dan keju, inovasi dan eksperimen varian yang dilakukan oleh martabak mertua juga tidak sedikit.

Di antara menu andalannya seperti martabak Pandan Cokelat Pisang Keju, Red Velvet Pisang Keju Nutella, Greentea Marshmallow Nutella, Taro Cream Cheese Oreo, Tiramisu Oreo dan lain lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jajanan martabak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top