Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lestarikan Kuliner Lokal dengan Makanan Ramah Lingkungan

Untuk mendukung upaya-upaya pelestarian budaya kuliner nusantara, salah satunya melalui membeli kuliner nusantara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  14:26 WIB
Seorang pedagang membungkus adonan makanan Ilabulo dengan daun pisang di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (2/9/2019)./ANTARA - Adiwinata Solihin
Seorang pedagang membungkus adonan makanan Ilabulo dengan daun pisang di Desa Butu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (2/9/2019)./ANTARA - Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk melestarikan makanan lokal yang ramah lingkungan maka masyarakat bisa mengonsumsi makanan lokal sekaligus membantu perekonomian daerah.

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengungkapkan pelestarian tradisi kuliner dengan memilih makanan lokal ramah iklim, karena selain bisa menyelamatkan lingkungan, memilih makanan lokal juga membantu perekonomian daerah, turut menjaga resep maupun tradisi kuliner Nusantara, serta melindungi warisan budaya dan alam Indonesia.

“Membeli produk lokal berarti ada permintaan, sehingga membantu petani mempertahankan mata pencaharian,” tulis Rachmat Gobel dalam sambutan pada buku elektronik "Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo", Minggu.

Pakar Kuliner, William Wongso juga mendukung upaya-upaya pelestarian budaya kuliner nusantara, salah satunya melalui informasi yang mengulas budaya kuliner nusantara.

"Di era sosial media dan internet seperti saat ini, satu hal yang tidak dapat kita lakukan adalah meng-googling rasa, experience itu harus dicoba langsung. Tapi kita dapat menginformasikan budaya kuliner bangsa Indonesia yang beragam ini lewat internet, dan menarik orang untuk mencoba,” ujar William.

William menambahkan, semakin majunya peradaban Indonesia bukan berarti budaya kuliner bisa diabaikan. Selain melestarikan, citra tradisi kuliner Indonesia harus ditingkatkan agar bisa masuk dan dikenal dalam peta kuliner dunia.

Indonesia punya banyak kekayaan kuliner yang tersebar di semua daerah. Setiap daerah bisa memilih daftar makanan yang akan diunggulkan untuk kemudian dipromosikan lewat tampilan menarik.

Organisasi nirlaba Omar Niode merilis e-book “Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo” karya Amanda Katili Niode dari Climate Reality Indonesia bersama Ahli Teknologi Pangan, Zahra Khan.

Amanda menuturkan bahwa buku digital dibuat untuk memperkenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan.

Buku ini juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo.

Sekretaris Omar Niode Foundation, Terzian Ayuba Niode, menuturkan sistem pangan berkontribusi besar terhadap krisis iklim yang sedang berlangsung di bumi. Sistem pangan saat ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menyebabkan sepertiga dari semua emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim.

“Terlebih dengan terjadinya Pandemi Covid-19 semakin membuktikan adanya kebutuhan mendesak untuk mengubah sistem pangan dunia, karena pandemi sekarang terjadi akibat menularnya penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis),” tutur Terzian.

Oleh karena itu, dia mengatakan makanan perlu diubah guna masa depan yang sehat bagi manusia maupun bumi. Idealnya adalah dengan mengurangi konsumsi daging dan makanan yang diproses, kemudian mengarah ke makanan yang lebih berbasis nabati.

Dia menambahkan, perlu Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (Sustainable Consumption & Production) oleh semua pemangku kepentingan secara global termasuk konsumen dan produsen, dengan perubahan secara terpadu dan sistematis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner bisnis kuliner

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top