Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengenal Lahar Dingin Gunung Semeru yang Sempat Viral

Aliran lahar di Gunung Semeru berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  17:09 WIB
Mengenal Lahar Dingin Gunung Semeru yang Sempat Viral
Puncak Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranu Pane, Senduro, Lumajang, Jawa Timur - Antara/Seno S

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa waktu belakangan ini lahar hujan atau yang kerap disebut lahar dingin menerjang Gunung Semeru. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, lahar hujan tersebut sempat menyeret sebuah mobil.

Kejadian yang terjadi di Gunung Semeru itu pun sontak ramai, dan menjadi viral. Lalu, apa itu lahar hujan atau yang kerap disebut lahar dingin oleh banyak orang?

Berdasarkan file Pengenalan Gunung Api dalam laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, lahar hujan terjadi apabila endapan material lepas hasil erupsi gunung api yang diendapkan pada puncak dan lereng terangkut oleh hujan atau air permukaan.

Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu berdiameter lebih dari 5 meter bahkan dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat mengubah topografi sungai yang dilalui dan merusak infrastruktur.

Selain lahar hujan, terdapat juga lahar letusan yang yang terjadi pada gunung api yang memiliki danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar, maka akan menjadi ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.

Untuk diketahui, berdasarkan video yang terdapat dalam akun instagram @mountnesia, video berdurasi 30 menit tersebut menunjukkan lahar hujan di Gunung Semeru menyeret sebuah mobil di DAM Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung Gunung Semeru
Editor : Novita Sari Simamora

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top