Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Suasana Pariwisata Tetap Hidup, Begini Cara TWC

Para pelaku usaha wisata perlu untuk tetap menjaga suasana pariwisata tetap hidup. Sebab, akan sulit bagi mereka untuk bangkit kembali jika sudah menutup objek wisata saat pandemi ini.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  16:01 WIB
Wisatawan lokal yang berasal dari golongan kelas menengah serta korporasi menjadi harapan agar industri wisata tetap berjalan. - TWC
Wisatawan lokal yang berasal dari golongan kelas menengah serta korporasi menjadi harapan agar industri wisata tetap berjalan. - TWC

Bisnis.com, JAKARTA - Dunia pariwisata sangat terdampak pandemi Covid-19. Diberlakukannya pembatasan sosial untuk masyarakat, menjadikan destinasi pariwisata makin sepi pengunjung. Tidak sedikit yang memilih menutup objek wisatanya akibat kunjungan wisatawan menurun.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengajak para pelaku usaha untuk tetap menjaga suasana pariwisata tetap hidup. Menurutnya, akan sulit bagi pelaku wisata untuk bangkit kembali jika mereka sudah menutup objek wisata saat pandemi ini.

"Hal yang kita khawatirkan adalah suasana wisata ini mati. Kalau sudah mati sangat sulit bagi pelaku untuk kembali lagi beroperasi dengan optimal setelah pandemi," ujar Edy Setijono, baru-baru ini.

TWC tetap membuka destinasi wisata kelolaannya seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Selain itu, sejumlah resto seperti Manohara Resto dan Rama Shinta Resto tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

Hal ini demi menjaga suasana pariwisata tetap hidup, meskipun produktivitasnya tidak sama seperti kondisi semula. Hal ini juga menjaga agar bisnis-bisnis sertaan yang ada di sekitar Prambanan dan Borobudur tetap hidup.

TWC tetap optimis untuk melihat potensi pasar kedepan. Wisatawan lokal yang berasal dari golongan kelas menengah serta korporasi menjadi harapan agar industri wisata tetap berjalan.

"Kita akan mengejar ke arah itu. Dibutuhkan dorongan agar kelas menengah Indonesia serta korporasi di dalam negeri untuk mengeluarkan uangnya ke destinasi kita," lanjutnya.

TWC tetap membuka destinasi wisata kelolaannya seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Selain itu, sejumlah resto seperti Manohara Resto dan Rama Shinta Resto tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

Dirut PT TWC juga berharap pada program pemerintah dalam hal vaksinasi mandiri. Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi dunia pariwisata Indonesia.

"Ketika vaksin mandiri dilakukan, maka ini menjadi peluang. Diharapkan dengan program vaksin mandiri ini, kelompok menengah atas akan mulai kembali melakukan aktivitas, akan bersemangat dan percaya untuk datang ke tempat wisata," katanya.

PT TWC berharap melalui program vaksin ini dapat menggerakkan kembali aktivitas konsumsi masyarakat. "Kami harap di semester II/2021 ini sudah mulai pulih. Bahkan kami sudah merencanakan beberapa even di semester II tahun ini. Walaupun kita masih melihat situasi dan kondisi," ujarnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker
#jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan
#cucitangandengansabun

Edy Setijono juga mengajak pelaku wisata untuk mulai berbenah dan menyiapkan destinasi wisatanya sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. "Untuk saat ini, mari kita siapkan destinasinya."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt taman wisata candi borobudur prambangan ratu boko (TWC) Adaptasi Kebiasaan Baru Kampanye 3M
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top