Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warunk The Sastro, Nuansa Jogja Tempo Dulu di Tengah Kota

Warunk The Sastro menghadirkan konsep pendopo joglo yang akan membawa pengunjung ke suasana Yogyakarta tempo dulu. Seperti diketahui, pendopo joglo adalah bangunan yang lazim ditemukan di kawasan perdesaan di Yogyakarta dan difungsikan sebagai balai desa.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  11:30 WIB
Warunk The Sastro
Warunk The Sastro

Bisnis.com, JAKARTA - Apabila Anda tak punya waktu yang cukup untuk menikmati suasana asri khas perdesaan ketika berkunjung ke Yogyakarta, berkunjung ke Warunk The Sastro mungkin bisa jadi solusinya. Anda bisa menikmati suasana tersebut di tengah hiruk pikuk Kota Pelajar di warung makan yang terletak di di Jl. Patangpuluhan No.11, Wirobrajan, Yogyakarta atau 1 km dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.

Warunk The Sastro menghadirkan konsep pendopo joglo yang akan membawa pengunjung ke suasana Yogyakarta tempo dulu. Seperti diketahui, pendopo joglo adalah bangunan yang lazim ditemukan di kawasan perdesaan di Yogyakarta dan difungsikan sebagai balai desa.

Suasana peredesaan sudah terasa dari gerbang masuk Warunk The Sastro. Selain pendopo joglo, Anda juga akan disambut oleh sejumlah gubuk bambu atau bale-bale yang dapat digunakan pengunjung untuk menikmati hidangan secara lesehan.

Uniknya lagi, di sudut selatan terdapat patung sapi yang dibuat semirip mungkin dengan sapi sungguhan untuk membuat suasana perdesaan makin terasa. Ditambah lagi dengan keberadaan sangkar berisi burung perkutut dan sepeda onthel yang digantung di sudut-sudut pendopo joglo.

Sambil menunggu menu yang dipesan, Anda bisa berkeliling untuk melihat hiasan dinding berisi kalimat-kalimat lucu dalam bahasa Jawa maupun Indonesia. Salah satu contohnya adalah “Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete ambyar!”.

Bagi Anda yang datang berombongan, tak perlu khawatir karena di Warunk The Sastro tersedia meja panjang yang dapat digunakan oleh belasan orang sekaligus. Jika Anda datang untuk bercengkrama sambil menikmati kudapan saja, tersedia kursi teras antik layaknya di rumah nenek.

Menu yang ditawarkan oleh Warunk The Sastro terbilang beragam, mulai dari menu tradisional Jawa, menu western, hingga menu khas Jepang, termasuk diantaranya adalah takoyaki. Menu tradisional Jawa yang mendominasi, baik untuk makanan berat, kudapan, maupun minuman.

Apabila Anda datang untuk mencari makanan berat, tak ada salahnya untuk mencoba nasi puyuh goreng/bakar yang dibanderol hanya Rp16.000. Sebagai pendamping, Anda juga bisa memesan sambal terong dengan harga Rp6.000.

Untuk kudapan, menu yang layak untuk dicoba adalah kudapan tradisional Jawa seperti tempe mendoan, bakwan, telo (singkong) goreng, pisang goreng dan kroket kentang yang semuanya dibanderol dengan harga Rp8.000. Jika ingin yang sedikit berbeda, ada rondo royal yang tak lain adalah tape goreng dengan isian gula jawa dan coklat seharga Rp15.000.

Aneka wedang atau rempah yang diseduh tentunya layak untuk menemani kunjungan Anda ke Warunk The Sastro. Tercatat ada sembilan menu wedang yang terdiri dari wedang temulawak, wedang sere, wedang uwuh, wedang asem, wedang kunir asem, wedang tape telo, wedang tape ketan, wedang jahe, dan wedang jahe sere. Semuanya dibanderol dengan harga Rp8.000 saja.

Perlu dicatat juga bahwa harga menu makanan maupun minuman yang tersedia di Warunk The Sastro sangatlah bersahabat. Harganya tak lebih dari Rp25.000 per menu, sedangkan untuk menu paket yang khusus untuk pengunjung rombongan dengan reservasi terlebih dahulu harganya tak lebih dari Rp35.000.

Menurut Owner Warunk The Sastro Misbahul Munir, dalam kondisi normal warung makan miliknya buka pada pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 24.00 WIB atau hingga tengah malam. Mulai malam atau setelah pukul 18.00 WIB akan ada musisi yang akan menemani pengunjung dengan alunan musik akustik dari atas panggung yang terletak di sudut utara bangunan.

Munir mengungkapkan kedepannya Warunk The Sastro akan difungsikan sebagai warung makan sekaligus pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Tidak hanya buah tangan berupa makanan dan minuman khas, di sana akan tersedia pula berbagai cenderamata seperti batik dan kaos oblong dengan berbagai motif.

Kemudian bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, Munir juga mengunkapkan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan membuka warung makan dengan konsep yang sama seperti Warunk The Sastro di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Dia tak memberikan informasi lebih lanjut kapan warung makan tersebut akan dibuka.

Namun yang jelas, warung makan tersebut diberi nama Javanica dan dapat digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai acara mulai dari kumpul keluarga, reuni, hingga pernikahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner restoran
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top