Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Persiapan MotoGP Mandalika dari Kearifan Lokal Suku Sasak

Pada bagian depan homestay di Desa Gerupuk, ada sesangkok yang menjadi bagian dari nuansa lokal. Sesangkok akan membuat orang yang dalam rumah menundukkan kepala. Ini sebagai tanda penghormatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  22:09 WIB
Ciri Khas Kediaman Suku Sasak - Bisnis
Ciri Khas Kediaman Suku Sasak - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah membangun 915 homestay untuk menunjang pariwisata di Nusa Tenggara Barat atau NTB dalam menyambut wisatawan MotoGP Mandalika.

Pembangunan homestay itu untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan yang ingin lebih dekat dengan keseharian masyarakat atau memiliki anggaran terbatas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan pembangunan homestay di Desa Wisata Gerupuk juga melibatkan masyarakat sekitar. Dia juga memantau kesiapan homestay saat berkunjung ke Desa Wisata Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu 16 Januari 2021.

"Masyarakat turut mendesain kemudian membangun dan tentunya memperoleh manfaat dari homestay ini," kata Sandiaga Uno seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sandiaga Uno menjelaskan, pembangunan homestay atau umum disebut bedah rumah itu merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Direktur Rumah Swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, K.M. Arsyad menjelaskan andil masyarakat dalam program bedah rumah tersebut. Menurut dia, para arsitek yang mendesain homestay mengakomodasi kearifan lokal masyarakat dan tercermin dari beberapa bagian rumah.

Arsyad mengatakan, di bagian depan terdapat sesangkok yang menjadi bagian dari nuansa lokal. Bagian sesangkok otomatis membuat siapapun yang masuk ke dalam rumah menundukkan kepala. "Artinya memberikan penghormatan," katanya.

Ada pula desain atap stilasi yang mengadopsi kearifan lokal. Konsol homestay dibuat lebih rendah sebagai filosofi rumah adat Sasak yang bermakna tamu menghargai privasi pemilik rumah. Hingga kini terdapat 300 unit rumah yang sudah dibangun di Lombok.

Mengenai tarif menginap di homestay tersebut, Sandiaga Uno mengatakan harga satu kamar mulai dari Rp250.000 per malam. Tarif itu sudah termasuk sarapan, listrik, dan koneksi internet. Menurut Sandiaga Uno, homestay itu menyasar wisatawan generasi milenial kelas menengah baru yang ingin menikmati keindahan Mandalika, tapi tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menginap di hotel bintang lima.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

homestay mandalika suku sasak

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top