Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masuk Singapura Wajib Tes PCR Covid-19, Termasuk Warga Asli

Mulai pukul 23.59 pada 24 Januari, semua pelancong, termasuk warga Singapura dan penduduk tetap, harus mengikuti tes reaksi rantai polimerase (PCR) COVID-19 setelah tiba di Singapura,
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  21:48 WIB
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) akan memberlakukan tindakan perbatasan yang lebih ketat untuk mengelola risiko kasus COVID-19 yang diimpor, termasuk mewajibkan tes pada saat kedatangan untuk para pelancong.

Mulai pukul 23.59 pada 24 Januari, semua pelancong, termasuk warga Singapura dan penduduk tetap, harus mengikuti tes reaksi rantai polimerase (PCR) COVID-19 setelah tiba di Singapura, kata MOH dalam rilis media pada Sabtu (16 Januari).

Persyaratan pemberitahuan tinggal-rumah yang ada, termasuk tes PCR pada akhir periode pemberitahuan tinggal-rumah, akan terus berlanjut, kata kementerian.

Untuk memfasilitasi proses pengujian, para pelancong "sangat dianjurkan" untuk mendaftar dan membayar di muka untuk tes PCR COVID-19 pada saat kedatangan mereka sebelum berangkat ke Singapura, kata MOH.

Saat ini, pelancong yang bukan warga negara Singapura atau penduduk tetap yang memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke negara atau wilayah berisiko tinggi diharuskan untuk mengikuti tes PCR dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Mereka kemudian diuji di akhir periode pemberitahuan tinggal di rumah.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa langkah-langkah baru akan diterapkan mengingat munculnya varian baru COVID-19 dan situasi virus corona yang memburuk di seluruh dunia.

Selain itu, mulai pukul 23.59 pada 18 Januari, semua warga Singapura dan penduduk tetap yang kembali dari Inggris dan Afrika Selatan akan dikenakan isolasi diri tujuh hari tambahan di tempat tinggal mereka, setelah periode pemberitahuan tinggal di rumah selama 14 hari di fasilitas khusus.

Mereka akan diuji pada akhir pemberitahuan tinggal di rumah, sesuai dengan persyaratan saat ini, dan sekali lagi setelah mereka menyelesaikan masa isolasi diri tujuh hari, kata Depkes.

Tindakan pencegahan lebih lanjut ini akan berlaku untuk wisatawan yang saat ini memberikan pemberitahuan tinggal di rumah, dan akan diberlakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pihak berwenang Singapura sebelumnya telah membatasi masuk dan transit untuk semua pemegang izin masuk jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke Inggris dan Afrika Selatan, karena kekhawatiran varian virus COVID-19 yang lebih menular yang beredar di negara-negara tersebut. .

Berlaku mulai pukul 23.59 pada 31 Jan, pengunjung yang mengajukan permohonan untuk memasuki Singapura dengan Air Travel Pass (ATP) dan Reciprocal Green Lanes (RGL) harus memiliki asuransi perjalanan untuk perawatan medis terkait COVID-19 dan biaya rawat inap di Singapura, dengan perlindungan minimal S$30.000.

“Asuransi perjalanan ini akan membantu mereka membayar biaya perawatan medis di Singapura. Pengunjung dapat membeli asuransi perjalanan dari perusahaan asuransi yang berbasis di Singapura atau luar negeri,” kata Depkes.

Saat ini, pengunjung jangka pendek yang memasuki Singapura di bawah ATP dan RGL diharuskan menanggung seluruh biaya perawatan medis, jika mereka dicurigai terinfeksi virus corona atau memerlukan perawatan medis untuk COVID-19 selama berada di Singapura.

"Seiring dengan perkembangan situasi global, kami akan terus menyesuaikan langkah-langkah perbatasan kami untuk mengelola risiko impor dan penularan ke masyarakat," kata Depkes.

"Kementerian Kesehatan juga akan terus meninjau data dan bukti pada setiap jenis virus baru dan memperbarui langkah-langkah yang sesuai."

Setiap perubahan pada tindakan perbatasan akan diperbarui di situs SafeTravel.

Wisatawan disarankan untuk mengunjungi situs web untuk memeriksa kebijakan perbatasan terbaru sebelum memasuki Singapura dan bersiap untuk dikenakan tindakan perbatasan yang berlaku saat masuk, termasuk pembayaran untuk masa inap mereka di fasilitas SHN khusus, tes dan perawatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top