Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nikmatnya Chickocang, Oleh-Oleh Baru dari Jakarta

Jika ingin lebih pedas atau asem, jangan khawatir sebab sudah ada sambal, potongan timun, kecap, dan jeruk limau yang telah disiapkan di dalam kemasan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  16:51 WIB
Chickocang
Chickocang

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh dari Jakarta, kini ada pilihan baru yang wajib di bawa ke kota atau kampung halaman. Namanya, Chickocang yaitu ayam panggang utuh tanpa tulang dengan nasi gurih dan telur asin tersembunyi di dalamnya.

Jika ingin lebih pedas atau asem, jangan khawatir sebab sudah ada sambal, potongan timun, kecap, dan jeruk limau yang telah disiapkan di dalam kemasan.

Ruth Gabriel, Pemilik Chickocang mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja membuat ayam panggang ini agar bisa dijadikan oleh-oleh. Untuk itulah proses pengemasannya juga dibuat semenarik mungkin, mewah dan bernuansa tradisional khas Indonesia yaitu berupa besek bambu dan tas rajut pasar yang diproduksi oleh pengrajin-pengrajin lokal.

“Melalui kemasan pelanggan sudah dapat melihat identitas makanan tersebut, seperti dari mana makanan itu berasal,” ucap Ruth.

Chickocang sendiri saat ini sudah dibanjiri pesanan setiap harinya, apalagi menjelang hari besar seperti Imlek yang akan datang. Umumnya para pemesan memang membeli untuk dibawa ke kampung halaman atau oleh oleh untuk teman kantor di kota lain, selain untuk di makan bersama sama pada acara tertentu seperti ulang tahun, hari raya, atau sekadar untuk dimakan di kantor bersama teman kantor.

“Chickocang dapat dipesan melalui online atau telepon 08111286878 dan bisa dilihat secara lengkap di Instagram Chickocang. Biasanya dipesannya sehari sebelum mereka berangkat,” ujarnya.

Chickocang sendiri bisa bertahan hingga beberapa hari apabila disimpan dikulkas dan cukup dihangatkan sesuai petunjuk yang ada yaitu panaskan di oven sekitar 20 menit atau kukusan sekitar 40 menit, dan siap disantap bersama-sama.

Untuk menjaga kualitasnya, Ruth, sang pemilik yang menempuh jurusan Culinary Art di Singapura ini memberikan panduan di setiap pesanan, terutama untuk cara penyajian yang terbaik. Apalagi ayam utuh tanpa tulang ini memiliki teknis dan kesulitannya sendiri sebab tidak semua orang paham bagaimana melucuti tulang ayam dengan benar tanpa merusak kulit dan dagingnya.

Chickocang ini dibandrol dengan harga Rp 250.000 per ekor di luar ongkos pengiriman. Makanan halal ini, memiliki varian rasa yang bisa dipilih sesuai dengan lidah pelanggan, dan sangat cocok untuk yang ingin merayakan ulang tahun, acara hari raya, kumpul-kumpul dan kegiatan bersama lainnya serta menjadi trend sebagai pengganti parcel/hantaran disaat sekarang.

Ruth sendiri memiliki impian untuk terus mendorong berkembangnya makanan Indonesia yang memiliki ciri khas Indonesia. “Sebagai anak muda Indonesia saya memiliki keinginan untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi authentic Indonesia, bukan sekedar melihat dan meniru apa yang di buat oleh negara lain,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta kuliner
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top