Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Duduki Peringkat Teratas Indeks Paspor Henley, Bagaimana Indonesia?

Dalam laman Indeks Paspor Henley, negara – negara asia mendominasi Henley Paspor Index dalam 5 besar teratas. Tercatat, 3 di antaranya adalah negara – negara asia.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  18:05 WIB
Jepang Paspor
Jepang Paspor

Bisnis.com, JAKARTA—Paspor Jepang menjadi yang teratas dalam Indeks Paspor Henley dengan menawarkan akses bebas visa ke 191 tujuan pada 2021. Sementara Indonesia berada pada posisi ke 74.

Dalam laman Indeks Paspor Henley, negara – negara asia mendominasi Henley Paspor Index dalam 5 besar teratas. Tercatat, 3 di antaranya adalah negara – negara asia.

Posisi kedua dalam daftar Henley Paspor Index diduduki oleh Singapura dengan skor 190 atau hanya terpaut satu poin dari Jepang. Sementara Jerman dan Korea Selatan berada di peringkat 3 dalam daftar Henley Paspor Index.

Sementara Amerika Serikat, United Kingdom, Switerland, Norway, New Zealand, dan Belgium berada di posisi 7 dengan skor 185.

Adapun di posisi 74 dengan skor 71 terdapat sejumlah negara seperti Indonesia, Tanzania, Tunisia, dan Zambia.

Dalam lamannya, indeks menuliskan Indeks Paspor Henley adalah peringkat asli semua paspor dunia menurut jumlah tujuan yang dapat diakses pemegangnya tanpa visa sebelumnya.

Pemeringkatan ini didasarkan pada data eksklusif dari International Air Transport Association (IATA), yang mengelola database informasi perjalanan terbesar dan paling akurat di dunia, dan ditingkatkan oleh penelitian yang sedang berlangsung oleh Departemen Riset Henley & Partners.

Untuk diketahui, saat ini pandemi Covid-19 belum mereda. Melansir dari CNN, Jepang bahkan telah mengumumkan darurat nasional di ibu kota negara dan sekitarnya akibat kasus positif Covid-19 yang melonjak ke level tertinggi sejak awal pandemi.

Deklarasi darurat akan diberlakukan mulai Jumat hingga 2 Februari dan berlaku untuk Tokyo dan tiga prefektur tetangga Chiba, Saitama dan Kanagawa.

Suga telah dikritik karena apa yang dianggap sebagai keengganannya untuk mengambil tindakan untuk memerangi penyebaran virus, setelah gubernur Tokyo dan tiga prefektur tetangganya mendesaknya untuk mengeluarkan deklarasi darurat selama konferensi pers yang disiarkan televisi pekan lalu.

Keadaan darurat pertama Jepang, diumumkan musim semi lalu, relatif awal pandemi, berlangsung lebih dari sebulan, dan melihat sekolah dan bisnis yang tidak penting tutup. Suga dijadwalkan mengadakan konferensi pers Kamis malam untuk merinci langkah-langkah baru tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paspor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top