Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Baru 2021, Museum Tenggarong Tutup Sementara

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kaltim tentang Anjuran Pelaksanaan Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 di Provinsi Kaltim, maka museum ditutup mulai 24 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  15:16 WIB
Museum Mulawarman
Museum Mulawarman

Bisnis.com, BALIKPAPAN — UPTD Museum Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong menutup pelayanan kunjungan bagi masyarakat.

Kepala UPTD Museum Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur, Joko Rukmono menyatakan bahwa penutupan pelayanan kunjungan berkaitan upaya bersama dalam mencegah penularan Covid-19 di Kaltim selama libur natal dan tahun baru (Nataru).

"Kita tutup sementara," ujarnya dikutip dari Humas Kaltim,Rabu (30/12/2020).

Joko menjelaskan museum beberapa kali melakukan penutupan dan membuka kembali sejak pertengahan Maret hingga saat ini.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kaltim tentang Anjuran Pelaksanaan Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 di Provinsi Kaltim, maka museum ditutup mulai 24 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.

"Padahal tanggal 26 hingga akhir Desember, biasanya ramai tamu ingin melihat Museum," ujarnya.

Adapun, retribusi yang diperoleh UPTD Museum Mulawarman turun signifikan selama masa pandemi Covid-19. "Kami hanya dapat Rp400 juta," pungkasnya.

Museum Mulawarman adalah sebuah museum di kota Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Museum ini merupakan bekas istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936 dan diresmikan sebagai Museum Kutai pada tanggal 25 November 1971 oleh Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie, lalu diserahterimakan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 18 Februari 1976 dan berganti nama menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur "Mulawarman".

Gedung utama Museum Mulawarman merupakan bekas istana Kutai Kertanegara yang dibangun oleh perusahaan beton Belanda bernama Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) dengan gaya arsitektur Eropa Klasik.

Sehubungan dengan dihapuskannya Kesultanan Kutai pada 1960, istana Kutai diganti rugi oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur kepada pemiliknya, yaitu mantan Sultan AJi Muhammad Parikesit dengan biaya Rp64 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

museum Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top