Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langgar Protokol Kesehatan, 385 Tamu Ditolak Nginap di Hotel Jogja

Tamu hotel yang ditolak menginap ada yang beralasan tidak nyaman menggunakan masker. Ada pula yang merasa sehat sehingga tidak merasa perlu mematuhi protokol kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  21:35 WIB
Dokumentasi - Simulasi penerapan protokol kesehatan saat penerimaan tamu hotel di Yogyakarta pada 24 Juni 2020. - Antara/Eka AR.
Dokumentasi - Simulasi penerapan protokol kesehatan saat penerimaan tamu hotel di Yogyakarta pada 24 Juni 2020. - Antara/Eka AR.

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Tindakan tegas dilakukan kalangan perhotelan di Yogyakarta terhadap tamu yang melanggar protokol kesehatan.

Meski sudah mempunyai surat keterangan rapid test, sejumlah tamu hotel menolak untuk menggunakan masker.

Tidak ada pilihan lain, pihak hotel lantas menolak mereka untuk menginap.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 385 calon tamu atau wisatawan ditolak menginap di hotel karena melanggar protokol kesehatan.

"Per hari ini ada 385 wisatawan calon tamu hotel yang kita tolak, bukan karena apa-apa tapi karena mereka sudah punya [surat] rapid test antigen tapi tidak mau memakai masker," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranawa Eryana di Yogyakarta, Kamis (24/12/2020).

Sebanyak 385 kasus penolakan tamu hotel, kata dia, memiliki alasan yang bervariasi, mulai dari alasan tidak nyaman menggunakan masker, sampai merasa sehat sehingga tidak perlu mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia, tidak sedikit pengelola hotel yang harus berdebat dengan tamunya demi menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Dia [tamu] tidak mau pakai masker. Sudah check in kemudian keluar di area hotel dengan tidak pakai masker. Kita tegur, dia berdebat dengan kita, tapi kita tegas, kita ingin melindungi tamu hotel yang lain maupun karyawan kita," kata dia.

Deddy mendukung penuh sikap pengelola hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi melindungi seluruh tamu hotel serta karyawan dari penularan Covid-19.

Meski tamu telah menyerahkan hasil tes cepat nonreaktif atau negatif, menurut Deddy, mereka tetap harus diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi itu sudah prosedur. Walaupun ada yang membawa hasil rapid dan merasa sehat tetap harus melaksanakan 3M," kata dia.

Selama momentum tahun baru, ia juga meminta seluruh pengelola hotel meniadakan kegiatan pesta tahun baru yang berpotensi memicu kerumunan.

"Ini sudah maklumat Polri dan kita diimbau tidak melakukan itu. Kalau ada harus ada izin atau pemberitahuan ke satgas setempat," kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel yogyakarta Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top