Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisatawan Lokal Diharap Bantu Pulihkan Reservasi Hotel di Jogja

Sejak kebijakan wajib rapid test antigen bagi pendatang diterapkan, reservasi kamar hotel baik bintang maupun nonbintang di DIY menurun drastis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  21:18 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada tingkat isian kamar hotel, termasuk di Yogyakarta.

Reservasi hotel pun diklaim anjlok seiring pembelakuan kebijakan wajib rapid test antigen. Pihak hotel kini berharap tamu atau wisatawan lokal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri dapat membantu mendongkrak tingkat hunian kamar.

"Kami berharap reservasi masih bisa naik lagi dengan mengandalkan wisatawan lokal asal DIY," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta Deddy Pranawa Eryana.

Hal itu disampaikan Deddy saat dihubungi Antara di Yogyakarta, Kamis (24/12/2020).

Deddy mengatakan sejak kebijakan wajib rapid test antigen bagi pendatang diterapkan, reservasi kamar hotel baik bintang maupun nonbintang di DIY menurun drastis.

Deddy menyebutkan terjadi banyak pembatalan reservasi, dari semula 42 persen menjadi hanya 5 persen, khususnya pemesanan kamar untuk 31 Desember.

Sebagian besar wisatawan yang membatalkan reservasi kamar hotel berasal dari Jawa Tengah serta DKI Jakarta.

"Per hari ini hanya ada kenaikan reservasi satu persen sehingga naik menjadi enam persen. Satu persen itu berasal dari tamu lokal DIY," kata dia.

Sementara itu,untuk okupansi atau tingkat hunian kamar hotel per 24 Desember rata-rata hanya di kisaran 25 - 30 persen. Sebelumnya okupansi hotel di DIY ditargetkan bisa mencapai 70 persen saat libur akhir tahun.

Menurut dia, para pengelola hotel maupun restoran selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam mengendalikan penularan COVID-19.

Namun, lanjut Deddy, kebijakan yang diterapkan secara mendadak membuat wisatawan harus menghitung ulang biaya liburan mereka ke Yogyakarta.

Padahal, kata dia, para pengelola hotel telah mengeluarkan banyak biaya untuk mempersiapkan logistik berbagai program menyambut tahun baru.

"Kami memohon kepada pemerintah pusat maupun daerah, tolong kebijakan jangan mendadak. Perlu koordinasi, konsolidasi, komunikasi dengan kami pelaku pariwisata, terutama dari PHRI," kata dia.

Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma mengatakan setelah perubahan kebijakan dari syarat rapid antibody ke antigen terjadi pembatalan reservasi untuk 20 Desember sampai pekan pertama Januari 2021.

Padahal, ia mengakui berbagai kegiatan sudah disiapkan, salah satunya Festive Season Natal dan Tahun Baru. "Event ini tetap akan kami laksanakan dengan jumlah yang terbatas," kata dia.

Ia menyebutkan pembatalan reservasi di hotel yang terletak di kawasan Malioboro itu mencapai 10 persen dari total reservasi. Sebagian besar wisatawan yang membatalkan pemesanan kamar berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

"Okupansi di akhir tahun kami prediksi bisa 90 persen, tapi saat ini baru 58 persen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri Covid-19 Rapid Test

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top