Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenalin Nih, Komunitas dan Organisasi Pendaki Gunung yang Disegani di Tanah Air

Lebih dari itu, komunitas atau organisasi tersebut berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tak jarang pula mereka berhasil mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung kelestarian alam atau pro pendaki gunung.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  18:11 WIB
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Komunitas atau organisasi pendaki gunung makin diminati oleh masyarakat, terutama kaum muda yang haus akan tantangan, pengalaman dan motivasi. Beberapa diantaranya bahkan tidak hanya sekadar mewadahi para pendaki gunung saja.

Lebih dari itu, komunitas atau organisasi tersebut berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tak jarang pula mereka berhasil mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung kelestarian alam atau pro pendaki gunung.

Berikut adalah komunitas atau organisasi pendaki gunung yang cukup disegani di Tanah Air:

Mapala UI

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) merupakan salah satu kelompok mahasiswa pecinta alam yang paling disegani di Tanah Air. Mapala UI didirikan pada 12 Desember 1964 dengan tujuan mewadahi mahasiswa yang gemar berkegiatan di alam bebas oleh aktivis mahasiswa Soe Hok Gie.

Berdiri diBukit Ciampea, Bogor, nama yang digunakan oleh Mapala UI pada awalnya adalah Mapala Prajnaparamita. Prajnaparamita, diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti Dewi Pengetahuan.

Dalam perkembangannya, Mapala UI berhasil menorehkan prestasi baik di dalam maupun luar negeri. Unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang satu ini juga berhasil melahirkan pendaki gunung legendaris. Salah satunya adalah Norman Edwin yang dikenal sebagai pionir dan penakluk tujuh puncak tertinggi di dunia asal Indonesia.

Edwin meninggal dunia pada April 1992 saat sedang melakukan ekspedisi menaklukan puncak Aconcagua (6.962 meter di atas permukaan laut/mdpl), Argentina. Sebelumnya, Edwin yang membawa bendera Mapala UI berhasil mencapai empat puncak lain, yaitu Carstensz Pyramid di Papua (4.884 mdpl), Kilimanjaro di Tanzania, Afrika (5.892 mdpl), Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), dan McKinley di Alaska, AS (6.194 mdpl).

Komunitas Pendaki Gunung Indonesia (KPGI)

KPGI merupakan sebuah wadah komunitas pendaki gunung Indonesia yang sengaja dibentuk untuk menyatukan mereka yang memang mencintai alam, mencintai petualangan, serta mencintai indahnya alam Indonesia.

KPGI di dirikan oleh rekan Teuku Ferry Irawan, dan dideklarasi pada pertemuan perdana pada tgl 10 April 2010 di Ciputat Tangerang Selatan. Latar belakang berdirinya komunitas tersebut berangkat dari sekumpulan orang yang mencari teman untuk mendaki gunung.

Dalam perjalanannya, KPGI menjadi salah satu komunitas pecinta alam yang aktif memberikan informasi terkini mengenai jalur pendakian di seluruh Indonesia dan membuka open trip pendakian ke gunung tertentu. Tak jarang pula, anggota komunitas tersebut membagikan pengalamannya mendaki gunung di dalam maupun luar negeri.

KPGI terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung mendaki gunung bersama-sama. Karena pada dasarnya komunitas ini lahir sebagai wadah para pecinta alam untuk mencari teman baru.

Federasi Mountaineering Indonesia (FMI)

Pendirian Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) dicetuskan pada 28 Agustus 2005 saat Sarasehan Pendaki Gunung Indonesia di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta. Organisasi tersebut dibentuk dengan tujuan sebagai wadah pemersatu dan menyuarakan kepentingan pendaki gunung di Indonesia.

Tidak hanya olahraga, FMI juga menyasar pada ekowisata, konservasi, dan penelitian. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut juga mendorong lahirnya sejumlah kebijakan yang mendukung aktivitas pendakian gunung.

Baru-baru ini, bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) merumuskan protokol kesehatan untuk aktivitas pendakian gunung atau panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability, dan kelestarian (CSHE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Tidak hanya itu, FGI juga memberikan pelatihan kepada beberapa komunitas dan Mapala dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bagaimana prosedur mendaki gunung yang aman.

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri didirikan pada tanggal 17 Januari 1964 oleh 6 orang pemuda yang kemudian dikenal dengan sebagai Angkatan Pendiri. Dengan berbekal visi akan pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh, tabah, serta percaya pada kekuatan diri sendiri, Wanadri kemudian diresmikan pada 16 Mei 1964.

Nama Wanadri berasal dari bahasa Sanskerta, wana yang berarti hutan dan adri yang berarti gunung. Dengan demikian Wanadri secara harafiah berarti gunung di tengah-tengah hutan. Hingga tahun 2018, Anggota Biasa Wanadri yang dilantik melalui Pendidikan Dasar Wanadri berjumlah 26 angkatan dengan jumlah anggota lebih dari 1000 orang.

Pada dasarnya, Wanadri adalah kumpulan sekelompok orang yang mencintai kehidupan di alam bebas. terdapat empat kegiatan pokok Wanadri yang meliputi: penjelajahan, pendidikan, integrasi dengan masyarakat, dan perlindungan alam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komunitas pendaki gunung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top