Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisata ke Tempat Takhayul di Hong Kong

Lantai yang hilang yang berhubungan dengan angka 4 dan kuil Tu Di Gong adalah pemandangan – pemadnangan umum yang akan para pelancong temui ketika berkunjung ke Hong Kong.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  14:41 WIB
Gedung di Hong Kong
Gedung di Hong Kong

Bisnis.com, JAKARTA—Selain tempat – tempat hiburan, budaya atau segala sesuatu yang berhubungan dengan takhayul juga dapat Anda temui ketika berkunjung ke Hong Kong mengingat banyak orang di negeri ini percaya dengan takhayul.

Dilansir dari BBC, lantai yang hilang yang berhubungan dengan angka 4 dan kuil Tu Di Gong adalah pemandangan – pemandangan umum yang akan para pelancong temui ketika berkunjung ke Hong Kong.

Banyak orang yang percaya takhayul di Hong Kong akan menghindari atau takut dengan sesuatu yang berhubungan dengan angka 4, sesuatu yang dikenal sebagai “tetraphobia”. Dalam bahasa kanton, bunyi angka 4 mirip dengan kata kematian.

Beberapa dari mereka menilai angka 14 dan 24 dianggap lebih sial karena angka 14 memiliki pengucapan seperti “pasti akan mati” dan 24 seperti “mudah mati”.

Kondisi ini membuat gedung apartemen, hotel, perkantoran, bahkan rumah sakit di kota sering melewatkan atau meniadakan lantai yang memuat angka – angka tersebut.

“Itu adalah takhayul,” kata John Choi , yang telah bekerja sebagai master feng shui di Hong Kong selama lebih dari 10 tahun.

“Bahkan di gedung apartemen saya lantai 40 hingga 49 tidak ada. Itu berakhir dengan 39 dan kemudian dimulai dengan lantai 50 lagi. Lalu tidak ada lantai 4, lantai 14, lantai 24 atau lantai 54,” tambahnya.

Choi mengungkapkan banyak orang di Hong Kong percaya dewa dan roh memiliki kekuatan besar untuk mengubah keberuntungan atau nasib seseorang. Jadi, siapa pun yang berkunjung ke Hong Kong kemungkinan akan menemukan banyak toko yang memiliki kuil Tu Di Gong.

Kuil tersebut biasanya terletak di sebelah pintu masuk utama toko – toko tersebut. Dalam arti yang sama, kuil ini seperti kantor manajemen yang mencegah penyusup memasuki toko.

Choi mengatakan bahwa sifat kota yang sangat kompetitif mendorong banyak orang untuk mengadopsi kepercayaan takhayul untuk mencoba dan meningkatkan keberuntungan dan peluang mereka.

“Di tempat yang sangat kompetitif, bagaimana Anda bisa mengungguli yang lain?” kata Choi. “Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan feng shui untuk membantu meningkatkan keberuntungan Anda,” tambahnya.

Feng shui, secara harfiah berarti "angin dan air", adalah praktik Tiongkok kuno yang menggunakan kekuatan energi untuk menyelaraskan individu dengan lingkungan sekitarnya untuk membawa keberuntungan dan kesehatan yang lebih baik.

Suatu bentuk geomansi (praktik menata atau menempatkan bangunan atau situs lain secara menguntungkan), hari ini dilarang di China daratan oleh Partai Komunis sebagai "takhayul feodal", karena bertentangan dengan keyakinan inti partai tersebut terhadap Marxisme.

"Ketika mereka pertama kali melarang feng shui di China, banyak ahli feng shui yang melarikan diri dan datang ke Hong Kong," kata Choi. “Beberapa dari mereka juga pergi ke Taiwan karena alasan yang sama.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata hong kong
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top