Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taiwan Dukung Pembuatan 'Paspor' Covid-19 untuk Traveler

Hal itu menyusul rencana Badan penerbangan global IATA yang sedang mengembangkan satu set aplikasi seluler untuk membantu penumpang menavigasi pembatasan perjalanan COVID-19 dan secara aman membagikan sertifikat uji dan vaksin dengan maskapai penerbangan dan pemerintah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  06:17 WIB
Petugas menyemprotkan disinfektan untuk membasmi vieus corona di Bandara Internasional Taoyuan di Taipei, Taiwan, pada 22 Januari 2020. - Bloomberg
Petugas menyemprotkan disinfektan untuk membasmi vieus corona di Bandara Internasional Taoyuan di Taipei, Taiwan, pada 22 Januari 2020. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan ide untuk membuat paspor Covid-19 untuk menunjukkan riwayat inokulasi dan infeksi orang-orang saat bepergian adalah menarik.

Hal itu menyusul rencana Badan penerbangan global IATA yang sedang mengembangkan satu set aplikasi seluler untuk membantu penumpang menavigasi pembatasan perjalanan COVID-19 dan secara aman membagikan sertifikat uji dan vaksin dengan maskapai penerbangan dan pemerintah.

Taiwan sendiri telah mengendalikan pandemi dengan baik berkat pencegahan dini dan efektif, dan sangat berhati-hati tentang kapan akan membuka kembali perbatasannya, yang sebagian besar masih tertutup untuk pengunjung.

Meski menganggapnya ide bagus, Chen mengatakan hal seperti itu "tidak mudah dilakukan", merujuk pada masalah seperti verifikasi sertifikat antar negara.

"Tapi kami berharap strategi semacam ini dikembangkan, sehingga setiap orang dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kesehatan atau situasi vaksinasi," katanya dilansir dari CNA.

"Meskipun tidak mungkin bisa 100 persen, jika mekanisme otentikasi antara negara dan pelabuhan dapat dikembangkan, itu akan membantu," tambah Chen.

Kasus Covid-19 di Taiwan mulai stabil, namun kasus impor masih diwaspadai yang membuat pemerintah ketakutan meskipun hanya ada sekitar 100 infeksi aktif secara total di pulau itu yang sedang diisolasi atau dirawat di rumah sakit.

Pemerintah telah merespons dengan pengetatan langkah-langkah, termasuk mewajibkan tes COVID-19 negatif untuk hampir semua kedatangan.

Sementara negara lain sedang menjajaki "gelembung perjalanan", Chen mengatakan itu bukanlah sesuatu yang Taiwan pertimbangkan saat ini.

Gelembung perjalanan udara yang sangat diantisipasi antara Singapura dan Hong Kong telah ditunda hingga tahun depan, kata otoritas kota pada hari Selasa, karena lonjakan kasus COVID-19 di Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan paspor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top