Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Ubah Jadwal Liburan Akhir Tahun, Hanya 15 Persen Perusahaan Patuhi

Pemerintah Jepang meminta para pengusaha untuk memperpanjang atau menggeser hari libur bagi para karyawannya selama liburan akhir tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghindari kerumunan di tengah pandemi virus korona.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  08:26 WIB
Deretan properti di Tokyo, Jepang./Bloomberg - Akio Kon
Deretan properti di Tokyo, Jepang./Bloomberg - Akio Kon

Bisnis.com, JAKARTA - Permasalahan liburan akhir tahun di tengah pandemi Covid-19 ternyata tidak hanya dirasakan oleh Pemerintah Indonesia saja.

Pemerintah Jepang saat ini juga sedang dihantui permasalahan yang sama agar momen tersebut tak meningkatkan penyebaran Covid-19.

Melansir NHK pada Selasa (1/12/2020), Pemerintah Jepang meminta para pengusaha untuk memperpanjang atau menggeser hari libur bagi para karyawannya selama liburan akhir tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghindari kerumunan di tengah pandemi virus korona.

Namun, sebuah survei baru menunjukkan bahwa hanya 15 persen dari perusahaan yang lebih kecil yang akan menjalani perubahan tersebut. Perusahaan riset kredit Tokyo Shoko Research melakukan sebuah survei pada bulan ini yang mencakup sekitar 8.600 perusahaan kecil dan menengah.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sembilan persen dari perusahaan yang menjadi responden berencana untuk menambah jumlah hari libur.

Enam persen akan menggeser liburannya. Namun, 84 persen perusahaan tidak ada perubahan rencana.

Perusahaan riset itu yakin perusahaan-perusahaan kecil yang kurang tenaga kerja tidak dapat mengatur jadwal secara fleksibel.

Petinggi perusahaan Tokyo Shoko Research Harada Mitsuhiro mengatakan para manajer di perusahaan yang lebih kecil menghadapi tantangan untuk menghindari munculnya ketidakadilan bagi para pekerjanya ketika mereka berupaya untuk menggeser jadwal liburan.

Sementara itu, di Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga mengumumkan keputusan cuti bersama atau libur akhir tahun 2020.

Padahal, wacana pemotongan jumlah libur akhir tahun diutarakan Presiden Jokowi pada Senin (23/11/2020). Hal itu didasarkan tren pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan kasus konfirmasi positif.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menyebut pemerintah akan memberi kepastian pemangkasan libur akhir tahun pada Kamis (26/11/2020).

Namun, kepastian cuti bersama atau libur akhir tahun 2020 tersebut tak kunjung ditetapkan oleh pemerintah. Padahal, masyarakat dan pelaku usaha sama-sama menunggu jadwal terbaru libur akhir tahun di tengah pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top