Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Panjang Jadi Penyelamat Bisnis Akomodasi

Serangkaian momentum libur akhir pekan akibat hari terjepit yang diputuskan oleh pemerintah  ternyata menjadi keuntungan bagi pelaku usaha akomodasi mengeruk cuan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 30 November 2020  |  12:54 WIB
Perjalanan liburan panjang perlu dirancang dengan baik.  - ANTARA
Perjalanan liburan panjang perlu dirancang dengan baik. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Serangkaian momentum libur akhir pekan akibat hari terjepit yang diputuskan oleh pemerintah  ternyata menjadi keuntungan bagi pelaku usaha akomodasi mengeruk cuan.

Menurut Country Head OYO Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan selama masa pandemi ini semua bisnis akomodasi dan perhotelan yang bertautan erat pariwisata pasti mengalami dampak yang besar. Oleh sebab itu untuk mengelola kondisi keuangan perusahaan, Agus mengaku pihak OYO mencoba meneliti kondisi bisnis dari masa sebelum pandemi, pada masa pandemi, dan masa sekarang yakni integrasi menuju normal baru.

Agus mengakui, selama masa awal sebelum pandemi tingkat okupansi OYO masih tumbuh 60 persen sampai 70 persen. Keterisian itu mendadak mengalami penurunan setelah pengumuman pertama kasus Covid-19, dan angka okupansi kian melandai mulai dari April sampai Mei. Tingkat okupansi yang drop sekitar April dan Mei itu ternyata tak bertahan lama ketika pemerintah mulai menerapkan integrasi normal baru dengan kembali mengaktivasi berbagai kegiatan ekonomi.

“Jadi pada bulan berikutnya, Juni, Juli, Agustus, mulai ada kenaikan okupansi sekitar 25 persen. Padahal peningkatannya dulu biasa bisa naik sampai 70 persen, sekarang tidak sampai segitu,” tuturnya kepada Bisnis, beberapa waktu yang lalu.

Agus mengakui beberapa penyebab kembali menanjaknya grafik okupansi OYO sangat didukung oleh keputusan libur panjang atau cuti bersama yang diterapkan pemerintah. Pasalnya, keputusan cuti bersama yang menambah hari-hari long weekend, telah membantu mendorong okupansi bisnis OYO tetap tumbuh meski masih dibawah kenaikan rata-rata sebelum pandemi.

Agus pun berkesimpulan ada dua faktor lain yang memicu angka kenaikan okupansi secara bertahap selama normal baru. Pertama, orang di masa pandemi juga mulai beralih ke properti yang kelasnya lebih kecil namun bisa menjamin social distancing. Kedua, transportasi yang mulai berkembang khususnya akses jalan tol memudahkan orang untuk tetap melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi dan menjaga social distancing.

“Sekarang orang ke biasanya naik mobil ke Bandung, sekarang orang sudah bisa adventure dikit dengan melalui jalan tol untuk long weekend di Jogja,” tutur Agus.

Asal tahu saja, sinyal positif terhadap perkembangan industri perlahan terlihat, dengan tingkat okupansi OYO per Agustus 2020 yang meningkat sebanyak 70 persen dari titik terendah di bulan April 2020 menandakan begitu besarnya dampak dari long weekend terhadap ketahanan bisnis akomodasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akomodasi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top