Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi OYO Sehatkan Keuangan Bisnis

Berkat penerapan protokol kesehatan dan penutupan keran pengeluaran lain untuk menjaga cashflow, okupansi mitra OYO mencatatkan kenaikan tipis.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 30 November 2020  |  13:49 WIB
OYO Hotels & Homes / Istimewa
OYO Hotels & Homes / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Adaptasi terhadap protokol kesehatan menjadi fokus utama dan solusi bagi kebangkitan bisnis akomodasi selama pandemi Covid-19 dan masa normal baru dengan risiko adanya kenaikan biaya operasional.

Country Head OYO Indonesia Agus Hartono Wijaya mengakui penerapan protokol kesehatan yang mengharuskan penambahan sejumlah kebutuhan pada rumah penginapan dan properti ikut menambah beban biaya operasional mitra OYO.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keputusan yang tak bisa terhindarkan mengingat protokol kesehatan dan jaminan kebersihan adalah kunci mendapatkan kepercayaan konsumen tetap beraktivitas dan melakukan perjalanan.

Oleh sebab itu, Agus dan tim OYO Indonesia mengakui pentingnya melakukan adjustment alias penyesuaian pengelolaan biaya bisnis akomodasi untuk menjamin cashflow mitra OYO tetap terjaga dengan baik selama pandemi.

“Jadi langkah awal kami seperti pengelolaan uang keluarga saja. Kalau anak mau sekolah, orangtua tidak boleh boros dulu. Begitupun pengelolaan keuangan bisnis akomodasi dan hotel, dengan adanya biaya operasional untuk kebutuhan kesehatan, maka kami juga minta semua mitra OYO segera mengikuti program dan protokol,” ujar Agus kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.

Berkat penerapan protokol kesehatan dan penutupan keran pengeluaran lain untuk menjaga cashflow, okupansi mitra OYO mencatatkan kenaikan tipis. Bahkan, Agus menyebut pihak OYO masih berambisi untuk menambah kemitraan baru di beberapa daerah eksisting.

“Okupansi yang tetap naik juga membuat kami melihat harga yang kami terapkan saat ini tidak terlalu mahal,” ujarnya.

Mengingat penambahan kasus Covid-19 yang masih tumbuh, Agus menyebut OYO tidak berhenti melakukan adaptasi dan peningkatan layanan berbasis protokol kesehatan.

Hal ini bisa dilihat dari peluncuran program Sanitize Day pihak OYO yang telah membantu meningkatkan kepercayaan. Meskipun demikian, dia mengemukakan program ini juga menambah pengeluaran perusahaan.

“Kami pun berhemat di pos pengeluaran lain,” terangnya.

Saat ini, OYO tengah fokus untuk memaksimalkan teknologi dan inovasi di setiap lini bisnis serta merumuskan dan menerapkan prosedur baru yang sesuai dengan protokol kesehatan selama normal baru.

Upaya tersebut dilakukan guna memastikan bahwa bisnis tetap dapat berjalan dan relevan dengan masyarakat baik di saat pandemi maupun setelah pandemi ini berakhir.

Dia menyebut berbagai inisiatif dan kolaborasi juga telah dilakukan sejak masa awal pandemi mulai menyebar guna meminimalisir dampak pandemi dan membantu mereka yang membutuhkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akomodasi Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top