Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mana yang Anda Suka, Steak Kobe atau Hanwoo?

Daging kobe lembut, bahkan lemaknya bisa melumer di suhu yang lebih rendah daripada suhu badan manusia pada umumnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 November 2020  |  18:05 WIB
Menu steak di Ang's Grille - dokumentasi
Menu steak di Ang's Grille - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu jenis steak yang populer khususnya untuk pecinta K-Pop adalah steak Hanwoo. 

Meski demikian, tahukah Anda selain Hanwoo, salah satu jenis steak yang populer di dunia adalah steak Kobe. Sebelum steak Hanwoo mewabah dalam lima tahun terakhir akibat wabah drama Korea di Asia dan dunia, steak Kobe-Wagyu asal Jepang sudah lebih dahulu laris di pasar global.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis.com, Selasa (17/11/2020), steak hanwoo ini termasuk daging yang paling langka di dunia karena dihasilkan dari sapi yang berusia lebih dari 10 tahun di Korea Selatan. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan marbling, serta kualitas daging khususnya pada tekstur guna memperkaya rasa.

Dari sejumlah jenis steak yang tersebar dari berbagai peternakan di dunia, Pakar Kuliner William Wongso mengaku paling menyukai steak Hanwoo.

Sebagai orang Indonesia dengan lidah khas Asia, William bahkan menilai steak Hanwoo lebih nikmat jika dibandingkan daging steak asal Jepang yakni Wagyu atau Kobe. Hal itu pun dikonfirmasi dalam South China Morning Post yang menulis, daging steak hanwoo memiliki tekstur yang empuk dan rasa yang lebih manis gurih ketimbang daging sapu wagyu dan kobe.

Lantas bagaimana dengan steak Kobe?

Dilansir dari Food & Wine, wagyu secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai daging sapi Jepang. Wa artinya Jepang, dan gyu artinya sapi. Ternyata daging wagyu memiliki banyak jenis. Nah, salah satunya adalah daging steak Kobe. Oleh sebab itu semua daging steak Kobe merupakan wagyu. Namun tidak semua wagyu adalah daging Kobe.

Kini, daging Kobe pun menjadi jenis wagyu yang terkenal di dunia. Dilansir dari Live Japan, daging steak Kobe berasal dari keturunan sapi wagyu Black Tajima di daerah Kobe. Sapi Black Tajima biasanya hanya diberi makan batang padi, jagung, jelai, dan berbagai jenis serat lainnya. Serta hanya diberi minum air saja.

Jenis sapi ini memang tergolong langka karena hanya sekitar 3.000 ekor sapi yang terkualifikasi sebagai sapi otentik Kobe setiap tahun. Tak heran jika hal ini membuat harga daging Kobe lebih mahal dibandingkan daging wagyu jenis lain. Apalagi kini, daging Kobe asli semakin jarang ditemukan di luar Jepang.

Di Amerika hanya ada 9 restoran yang menyajikan daging ini. Umumnya, mereka adalah restoran yang memiliki Kobe Certification. Harga daging Kobe pun kian mahal mahal, sekitar US$220 per ons, atau sekitar Rp2 juta.

Daging sapi Black Tajima memenuhi standar kualitas dan tekstur yang diinginkan ketika berumur 28 - 32 bulan.

Alhasil saat daging mendarat di lidah Anda, daging kobe memiliki kualitas yang sangat baik. Daging ini lembut, bahkan lemaknya bisa melumer di suhu yang lebih rendah daripada suhu badan manusia pada umumnya.

Tak heran jika banyak juga yang berkomentar, saat mencicipi daging Kobe akan terasa seperti makan butter saking lumernya. Tidak hanya itu, daging Kobe juga mengandung Omega 6 yang biasanya hanya bisa ditemukan di minyak zaitun dan alpukat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi kuliner makanan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top